Kabar Dunia Terbaru – Pria Penyiram Cairan Asam Akan Dihukum Cukil Matanya

Dari seorang pria yang kini sudah terbukti telah menyiramkan cairan asam kepada seorang pria yang lainnya kini telah di jatuhi hukuman pencukilan mata berasal dari sebuah pengadilan yang berasal dari Iran.

Dari sang terpidana yang di ketahui bernama Hamid tersebut memang tidak hanya di cungkil matanya akan tetapi satu telinganya juga telah di potong setelah dirinya sudah terbukti salah. Karena telah menyiram cairan asam disemburkan kepada wajah pria yang bernama Davoud Roushanaei yang membuat wajah si pria tersebut langsung hancur.

Kini dari pengadilan yang sudah menjatuhkan hukuman kepada Hamid dengan sanksi pencungkil mata kiri Hamid berada di tanggal 3 Maret kemarin setelah dirinya memang salah. Hamid sudah melakukan penyiraman cairan kepada Roushanaei di bulan Agustus 2009 silam berada di kawasan Qom.

Mengerti berasal dari media Iran yang bernama Hamshahri sudah mengabarkan kalau Hamid sudah disewakan oleh keluarga istri dari sang korban. Akan tetapi pelaksanaan eksekusi hukuman pencungkilan mata di tunda dalam kurun waktu masih belum bisa di tentukan.

Disebabkan, bersamaan dengan vonis pencungkilan mata tersebut, dari pihak pengadilan yang memerintahkan kepada Hamid untuk bisa membayar jumlah diyat atau uang untuk korban dan harus bisa menjalani suatu hukuman penjara selama 10 tahun lamanya.

“Dengan menghukum seorang terpidana yang membuat orang tersebut buta itu sudah menjadi suatu kekejaman yang sangat keji dan sebuah perbuatan yang sangat mengejutkan,” terang dari sang peneliti yang berasal dari Iran di Amnesti Internasional yang bernama Raha Bahreni menjelaskan.

Pemerintah Iran saat ini memang masih berupaya dalam menekan anga suatu serangan cairan asam setelah dari beberapa serangan kepara para perempuan yang berada di kota Isfahan.

Hal ini kalau di mata orang dunia yang tidak tinggal di sana menjadi suatu hukuman sangat keji, karena mata adalah suatu panca indera. Masa dengan dihukum di cukil malah memberikan penyiksaan kepada sang pelaku. Namun yang namanya hukum negara sudah menjadi aturan dari negara tersebut.

About The Author