Kabar Dunia – Terjadi Serangan Di Hotel Mewah Mali, WNI Terancam

 

Kabar baru berasal dari KBRI yang berada di negara Senegal, Dakkar telah memberikan respon akan terjadinya suatu insiden serangan sekelompok para pria menggunakan senjata berada di hotel ternama. Serangan dari para pria bersenjata itu terjadi di hotel Radisson yang letaknya berada di pusat Bamako, ibukota Mali.

Mereka telah menyatakan masih untuk melakukan suatu pengecekan kepada seluruh warga negara Indonesia yang saat ini berada di sana.

“Ada sebanyak 117 WNI yang berada di negara Mali. Ada dua orang yang bekerja berada di PBB dan 115 personel TNI yang sudah di tugaskan untuk menjalani misi UN – Minusma,” terang dari Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia yang disebutkn kepada wartawan untuk hari ini, Jumat (20/11/15).

Ada seorang penasehat militer yang berasal dari Kementrian Pertahanan Mali, bernama Letnan Kolonel Diarran Kone memberikan keterangan kalau laporan penyerangan itu sudah di lakukan pertama kali  di pergoki berada di sosial media. Akan tetapi masih belum bisa di pastikan apa yang telah terjadi berada di penginapan mewah itu.

Keterangan berasal dari salah seroang petugas dari hotel Radisson tersebut menyebutkan kalau penyerangan itu di lakukan dengan menggunakan granat. Dia masih belum memberikan kepastian akan kerusakan dan korban yang mendapatkan masalah itu, juga tidak bisa memberikan kepastian apakah ada sandera yang sudah menyelamatkan diri dari tempatnya bekerja.

Seperti yang telah di kabarkan dalam laman media CNN di hari ini, ada sebanyak 170 orang yang di laporkan masih di sandera dari kelompok bersenjata itu. Setelah di lakukannya kudeta militer yang sudah melanda di Mali ada di tahun 2012 silam, sekelompok teroris yang di laporkan telah mengambil alih utara dari negara tersebut. Kemiliteran di Prancis sudah sempat melakukan intervensi berada di awal tahun 2013. Kekuatan dari kelompok itu segera menyebar hampir merata di seluruh negeri sana.

Be Sociable, Share!