Kabar Dunia Terkini – Abu Sayyaf Minta Tebusan Kepada Kanada dan Norwegia

Kini dari kelompok teroris yang masih di bahas seperti Abu Sayyaf memberikan ancaman akan mengeksekusi tawanan asing lainnya kalau permintaan yang di minta oleh mereka besarnya adalah 600 juta peso atau senilai dengan Rp 171 miliar tidak segera di penuhi. Bisa di ketahui tenggat waktu yang telah mereka berikan adalah sampai di tanggal 13 Juni yang akan datang. Berasal dari SITE Intelligence Group yang kini telah memantau adanya postingan dari kelompok teroris itu di dalam media sosial sudah menemukan sebuah video dimana memuat gambar sander berasal dari Kanada yang bernama Robert Hall bersma dengan sandera yang lainnya bernama Kjartan Sekkingstad, Norwegia. Dari keduanya sudah di tangkap berada di Samal Island berada di September 2015 lalu.

Ada di dalam video itu, Hall dan juga Kjartan Sekkingstad yang dimana telah menggunakan kemeja berwarna oranye telah di kelilingi dari beberapa orang dengan menggunakan penutup kepala sedang menenteng senjata.

“Saya sendiri yang sudah di mintai agar bisa menyebutkan kepada anda bahwa berada di tanggal 13 Juni sore saya bakal mengeksekusi mereka jika permintaan tebusan tersebut tidak bisa di penuhi. Saya telah memohon kepada pihak otoritas Norwegia dan Kanada bersama dengan Filiina menjadi suatu himbauan sebelumnya untuk memberikan bantuan,” terang dari Hall yang dia sebutkan berada di dalam video yang di kutip dalam laman CNN, hari Rabu (18/5/16).

Sedangkan dari salah seorang yang lainnya yang di identifikasi bernama Kjartan Sekkingstad juga ikut andil bicara di dalam video itu. Adapun dirinya juga memberikan komentar yang hampir sama, meminta bantuan untuk bisa menebus sanderanya.

Berada di dalam video itu, ada sebanyak 8 orang yang sudah mengawal dua sandera itu di kabarkan menggunakan seragam hitam, sedang menenteng senjata dan menggunakan bendera yang berwarna hitam bertulisan Arab seperti bendera khas ISIS. Sebelumnya di kabarkan bahwa dari pimpinan Abu Sayyaf yang menyatakan sumpah setia kepada anggota ISIS.

About The Author