Kabar Dunia Terkini – Punisher Dari Norwegia Akan Menyerang ISIS Di Suriah

 

Dari puluhan personal yang berasal dari sebuah batalion tentara Norwegia, dimana yang sudah terkenal dengan menggunakan logo tengkorak, serupa dengan simbol pada tokoh komik seperti Punisher, pada suatu perang yang berada di Afghanistan, kini yng sudah di kirimkan berada di ke Irak untuk memerangi ISIS yang selalu memberikan ancaman dunia tersebut.

Seperti yang sudah disebutkan berada dalam laman Daily Mail, Sabtu tanggal 7 Maret 2015, dari sang batalion Telemark yang diketahui salah satu unit infantri elit berada di dalam militer Norwegia, yang sudah terlibat adanya peperangan dengan Taliban bersama dengan NATO berada di Afghanistan semenjak tahun 2003 silam.

Bisa diketahui sebanyak 50 tentara dari Telemark yang akan bisa tiba berada di kota Irbil, dimana di saat mereka untuk bisa melatih pasukan Kurdi yang akan ditugaskan melawan para militan ISIS. Kementerian Pertahanan negara Norwegia yang akan mengatakan misis pasukan punisher itu akan bisa di mulai berada di bulan April.

Berada di tahun  2010, Batalion Telemark yang sudah menjadi pusat perhatian, dengan munculnya laporan para tentara yang sudah melakukan pencetakan beberapa simbol tentang gambar punisher berada di beberapa tembok rumah-rumah dan bangunan, yang sudah di duga milik dari para anggota Taliban.

Punisher sendiri adalah tokoh komik Marvel yang dimana dirinya adalah mantan anggota polisi yang sangat tegas untuk membantai para anggota kriminal dan mafia, karena balas dendam setelah keluarganya di bunuh oleh anggota mafia tersebut. Dengan menggunakan logo Telemark tersebut, mereka bertujuan untuk membalas dendam kepada kematian rekan mereka.

Rekannya tersebut bernama Claes Joachim Olsson, dimana sudah di kenal dengan julukan Jokke yang sudah tewas berada di bulan Januari 2010. Setelah itu beberapa anggota unit Telemark sudah menggunakan Logo dari punisher tersebut. Mereka menggunakan slogan seperti tulisan ‘Joke – we will never forget’.

Adapun penggunaan logo punisher tersebut memang sudah di larang oleh negara Norwegia, akan tetapi mereka tetap menggunakannya.

Be Sociable, Share!