Kabar Dunia Terkini – Unjuk Rasa Di Brasil Tuntut Negara Untuk Mengusut Masalah Korupsi

Bisa di ketahui ada sekitaran 1 juta orang yang berjalan ke kota-kota Brasil, Minggu hari kemarin (15/3/15) waktu setempat. Mereka yang telah melakukan suatu protes terpuruknya ekonomi, kenaikan dari harga dan juga adanya korupsi, juga akan mengkudeta kepemimpinan dari Presiden Dila Rousseff.

Seperti yang sudah dikabarkan berada di dalam laman Reuters, Senin hari ini (16/3/15) Dilma Russeff yang menyebutkan kalau perdagangan Brasil dan Indonesia memang tidak cukup berarti nilainya, saa ini berada di dalam periode kedudukannya yang kedua menjadi presiden Brasil.

Sekalipun dengan keadaan pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan skandal korupsi selama kurun lima tahun kepemimpinannya, posisi dari Dilma yang baru saja terpilih menjadi lagi lima bulan lalu, di katakan masih sangat aman dari pemecatan.

Akan tetapi dari besarnya aksi protes tersebut memberikan petunjuk kalau adanya polarisasi di Brasil, dengan semakin meningkatnya rasa tidak puas para masyarakat atas kepemimpian Dilma Rousseff, yang sudah mendapatkan kemenangan dalam dua putaran pilpres.

Berada di konferensi pers, Minggu malam kemarin, ada dua anggota kabinet Dilma memberikan pengakuan dari hak para pemrotes, akan tetapi memberikan ketegasan adanya aksi protes. Mereka memberikan penilaian kalau demonstrasi menjadi suatu ekspresi pihak oposisi yang kalah.

Ada seorang asisten dari Dilma yang bernama Miguel Rossetto, dimana dirinya juga mendiskreditkan seruan akan pemecatan presiden. Dirinya yang memberikan kritikan apa yang dikatakannya upaya oposisi untuk bisa melakukan kudeta.

Aecio Neves rival kuat dari Dilma berada dalam pilpres Oktober 2014, menyebutkan kalau demonstrasi akan menandai satu hari, di saat dari para rakyat Brasil telah turun demonstrasi berada di jalanan dengan membawa adanya nilai dan mimpi mereka.

Adanya aksi protes tersebut sudah selesai dengan jalan damai, dibandingkan daripada demonstrasi pada tahun 2013 lalu. Di saat dari rakyat Brasil memberikan protes adanya milyaran dollar sudah di habiskan untuk persiapan Piala Dunia 2014, karena berada di buruknya perekonomian.

About The Author