Kabar Ekonomi – Bayar Utang, Induk 7 Eleven Menyerahkan Aset pada Bank CIMB

PT Modern Internasional Tbk atau MDRN, telah menyerahkan sebagian aset yang dimiliki pada PT Bank CIMB Niaga Tbk. Hal itu dilakukan guna menyelesaikan utang yang dimiliki oleh perusahaan. Pada hal ini, Bank CIMB telah melakukan pengambilalihan agunan.

Sungkono Honoris selaku Direktur Utama MDRN telah menyatakan apabila aset yang sudah diambil alih itu merupakan jaminan atas pinjaman perusahaan serta entitas anak dari PT Modern Sevel Indonesia yang merupakan perusahaan operasional dari gerai 7 Eleven yang ada di Indonesia.

“Agunan aset bangunan dan tanah yang sudah diambil alit itu telah disebutkan senilai Rp 124 miliar,” ungkap Sungkono pada keterbukaan informasi dalam Bursa Efek Indonesia, sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Rabu 6/9/2017.

Sungkono juga menambahkan apabila pada sejumlah tanah dan bangunan yang telah diambilalih tersebut ada pada Jl. Matraman Raya nomor 12 Jakarta, Jl. Raya Kuta nomor 2 Bali, Jl. Modern Industri lll nomor 3 Cikande, Sedang serta Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok lA – 14 Jakarta.

“Perusahaan serta bank secara bersama – sama sudah menyelesaian masalah yang terkait atas rencana transaksi dengan lebih memperhatikan hasil penilaian serta uji tuntas,” jelas Sungkono.

Agunan yang telah diambilalih ini, ialah aset yang sudah dijaminkan Moden Internasional pada perbankan. Sehingga, transaksi dilakukan guna pembayaran kewajiban utang bank.

“Atas diambilalih agunan itu, maka kewajiban dari utang perusahaan pada bank selanjutnya akan semakin berkurang,” imbuh Sungkono.

Hal itu berarti, beban bunga bank dari uang perusahaan yang saat ini masih harus dibayarkan, secara otomatis akan semakin berkurang. Dengan demikian, perusahaan bisa memakai dana yang ada guna menyelesaikan kewajiban untuk pembayaran yang lainnya.

“Perusahaan bisa mengalihkan aruh kas guna pengembangan lini bisnis yang saat ini masih potensial,” kata Sungkono.

Sebelumnya, pihak perusahaan memang sudah menjual bangunan dan tanah yang dimiliki pada PT Golden Tulip Pratama sebesar Rp 100 miliar. Aset tersebut berada pada Jalan Rungkut Industri lll/10 Surabaya. Uang hasil penjualan aset tersebut, dipakai untuk menutup tanggungan utang yang dimiliki oleh perusahaan.

About The Author