Kabar Ekonomi – Bekraf Menggandeng Bank BUMN Guna Biayai Industri Kreatif

 

Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf telah menggandeng 2 bank BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI serta PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI untuk mendanai sector industri kreatif. Memang selama ini, pelaku usaha ekonomi kreatif telah disebut cukup kesulitan untuk bisa memperoleh pinjaman dari pihak perbankan sebab masih minimnya kepercayaan oleh pihak bank dalam prospek industry itu.

Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif telah mengatakan apabila aset yang sudah ditawarkan dari para pelaku industri kreatif selama ini memang bersifat tak terlihat atau un tangible sehingga pihak perbankan menjadi kesulitan untuk bisa mengukur resiko.

“Kesulitan itu dikarenakan perbankan tak familiar atas seluk beluk dari industri kreatif yang memang berbeda dari industry pada umumnya. Sebab pada industri kreatif aset produktif merupakan tak berwujud sehingga pihak bank mengalami kesulitan memitigasi,” ungkap Triawan pada Kantor Bekraf, Senin 12/6/2017.

Menurutnya, permodalan itu merupakan salah satu elemen yang pentung pada saat menjalankan usaha dari para pelaku ekonomi kreatif. Oleh karena itu, pihaknya pun telah menjalin kerja sama bersama perbankan guna membuka akses pendaan untuk para pelaku ekonomi kreatif.

Bentuk kerjasama diantara Bekraf bersama BRI dan BNI telah mencakup pada fasilitas kredit, pemberian layanan, serta penunjang untuk peningkatan produktivitas usaha serta kesejahteraan dari pelaku ekonomi kreatif dalam jaringan Bekraf.

Restog K. Kusuma selaku DIrektur Akses Perbankan Bekraf telah mengatakan apabila pada sector ekonomi kreatif, sudah terdapat 16 subsektor yang telah menjadi perhatian dari akses pembiayaan. Pada tahun 2015 yang lalu, menurutnya perbankan baru memberikan kredit sebesar Rp 121 triliun untuk subsector itu atau baru 4 % dari total portofolio perbankan.

“Apabila kita berbicara perbankan, sebenarnya bank pun sudah lama memberikan pembiayaan atau pun memberikan kredit bagi ekonomi kreatif utamanya subsector yang memang menurut mereka sudah cukup familiar, yakni fashion, kuliner serta kerajinan. Itu karena mereka sudah begitu biasa,” ungkap Restog.

“Apabila dilihat pengaman BRI ketika menangani pembiayaan – pembiayaan kecil serta menengah tersebut relative sama. Sehingga kami pun optimis pada sector ini,” pungkasnya.

Be Sociable, Share!