Kabar Ekonomi – Biaya Naik Haji Tahun Ini Mengalami Turun Drastis

Kabar baru dari Presiden Joko Widodo yang mungkin bisa di sambut baik oleh masyarakat Indonesia. Kini dari Jokowi telah mengumumkan kalau dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) kini telah turun. Penurunan dari biaya haji ini bisa di bilang sangat dramatis, yaitu sebesar US$ 3.219 dan kini bisa menjadi US$ 2.717. Berdasarkan dari adanya selisih harga yang ada, maka bisa di mengerti mengalami penurunan sebesar US$ 502 atau setara dengan Rp 6,5 juta.

“Adanya suatu penurunan yang sebesar US$ 502 atau sekitar Rp 6,5 juta berasal dari US$ 3.219 dan kini menjadi US$ 2.717 menjadi kabar baik. Alhamdulillah, penurunan pada biaya penyelenggaraan ibadah haji ini disebabkan karena adanya usaha penghematan yang sudah berhasil untuk di lakukan,” terang dari Jokowi yang berada di Istana Kepresidenan, hari kemarin, Rabu (27/5/15).

Adanya suatu penurunan dari ongkos haji ini, seperti anggapan dari Presiden Jokowi, sudah dia tandatangani adanya peraturan Presiden untuk masalah penyelenggaraan haji dan juga biayanya.

“Setelah berpijak dari adanya Perpres tersebut, dari Kementrian Agama yang sudah melakukan beberapa langkah-langkah efisiensi. Dan kita kini sudah berhasil untuk bisa melakukan adanya efisiensi, dan besaran dari biaya untuk penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2015 sudah mengalami adanya penurunan yang memang sangat signifikan, daripada besaran rata-rata tahun lalu,” terang dari Jokowi.

Adanya penurunan dari biaya haji tersebut, seperti keterangan dari Jokowi, sudah di lakukan karena adanya langkah yang sangat efisiensi yang sudah di lakukan oleh Kementrian Agama kepada adanya rute penerbangan, melokalisir pemondikan, dan juga dari transportasi darat berada di Makkah sana.

Meskipun mendapatkan penurunan harga, dari Presiden Jokowi memberikan suatu harapan agar dari kualitas pelayanan jamaah masih tetap di utamakan. Agar dari para jamaah untuk bisa terus mendapatkan suatu pelayanan yang sangat baik selama melaksanakan ibadah haji berada di Tanah Suci.

About The Author