Kabar Ekonomi – Bunga KUR tidak Jadi Turun, Sebagaimana yang Diharapkan Jokowi

Iskandar Simorangkir selaku Deputi Bidang Ekonom Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian telah mengatakan bahwa pemerintah tidak mungkin untuk menurunkan lagi bunga kredit usaha rakyat pada tahun ini. Menurutnya, bunga KUR yang berlaku saat ini, yakni 9 % dinilai sudah cukup minim, tidak mungkin untuk menurunkannya menjadi 7 %. Oleh karena itu, di tahun ini bunga KUR masih akan sama dengan tahun 2016, yakni 9 %.

Iskandar juga menambahkan apabila hal itu dikarenakan pemerintah saat ini tengah berupaya untuk bisa mendongkrak penyerapan KUR. Pemerintah pun menginginkan adanya penyerapan yang lebih besar, sebab penyerapan KUR pada tahun 2016 masih berada di bawah target, dimana dana KUR yang keluar senilai Rp 94,4 triliun.

“Kami pun menginginkan untuk mengutamakan kuantitas atas kredit yang telah diberikan. Kita pun menginginkan supaya KUR akan mendapatkan peningkatan yang besar. Hal inilah yang melatar belakangi agar bunga KUR tetap berada pada 9 %,” ujar Iskandar ketika ditemui di Kantornya pada Jum’at 20/1/2017.

Tidak hanya itu saja, pihaknya pun meminta supaya bank penyalur KUR bisa untuk mempercepat akses dari penyalurannya kepada masyarakat.

“Memang belum tentu bunganya yang rendah, tetapi apabila prosesnya yang lama membuat orang tetap tidak ingin mengambil kredit. Oleh sebab itu, pada saat rapat komite, kita pun mengarahkan bank agar mempercepat akses dalam pemberian kredit,” tambahnya.

Guna menjamin resiko kredit, maka Komite Kebijakan KUR pun memutuskan untuk bisa menaikkan iuran penjamin pada perbankan dimana sebelumnya 1,5 %, akan berubah menjadi 1,75 %. Dengan demikian maka, apabila terjadi kredit macet, maka perbankan mampu mendapatkan jaminan yang berasal dari iuran tersebut.

“Sehingga Askrindo dan Jamkrindo dinaikkan iuran penjaminnya agar menutupi resiko kredit. Sehingga itu akan menjadi pengganti dari penurunan KUR. Apabila nanti terjadi kredit macet, maka akan dibebankan kepada Jamkrindo. Sehingga, apabila terjadi kredit macet bisa dicover oleh perusahaan asuransi penjamin,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memang pernah menjanjikan bahwa susku bunga dari Kredit Usaha Rakyat atau KUR, akan terus mengalami penurunan. Dimana sebelumnya bunga KUR 21 – 22 5, pada tahun 2016 berubah menjadi 9 % dan diharapkan menjadi 7 % di tahun 2017. Tetapi kenyataannya, bunga KUR masih belum mampu untuk diturunkan sehingga akan tetap berada di angka 9 %.

About The Author