Kabar Ekonomi – China Anggap Perang Perdagangan Akan Timbulkan Bencana di Dunia

Menteri Perdagangan China Zhong Shan memperingatkan bahwa perang dagang dengan AS akan membawa bencana bagi ekonomi global. Namun dia mengatakan bahwa negaranya tidak akan memulai perundingan dan perundingan dengan administrasi Trump berlanjut.

“Tidak ada pemenang dalam perang dagang,” kata Zhong dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Ahad. “Sebuah perang dagang hanya akan membawa bencana ke China, AS dan bencana ekonomi secara global. China tidak menginginkan perang dagang, dan tidak akan memulai perang dagang terlebih dahulu. Tapi kita bisa mengatasi tantangan apapun yang bisa menimbulkan kerugian terhadap negara kami, dan dengan tegas akan membela kepentingan kita, bangsa dan rakyat kita.”

Zhong menambahkan bahwa defisit perdagangan AS dengan China diperkirakan akan terus meninggi di kisaran 20 persen, mengutip penelitian oleh sebuah panel yang bertugas menyelidiki perbedaan antara neraca dua negara mengenai neraca perdagangan mereka. Defisit tersebut dapat dikurangi hingga 35 persen jika AS mengurangi kontrol ekspor terhadap produk teknologi tinggi ke China, katanya, mengutip penelitian AS yang tidak ditentukan.

Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia diintensifkan pekan lalu karena Presiden Donald Trump menandatangani perintah untuk tarif kaku pada baja dan aluminium dan mengindikasikan lebih banyak tindakan berpotensi di jalan. Pemerintah AS meminta China untuk membuat rencana untuk mengurangi defisit perdagangan tahunan AS dengan negara tersebut sebesar $ 100 miliar, kata seorang pejabat Gedung Putih pada hari Jumat (9/3).

Seiring ekspor China melonjak pada bulan Februari, surplus bulanannya dengan AS melebar dari tahun sebelumnya menjadi $ 20,96 miliar, menurut data dari biro bea cukai. Kekurangan perdagangan AS terhadap barang-barang dengan China mengalami lonjakan sebesar 8,1 persen selama tahun pertama masa jabatan kepresidenan Trump, yang mencapai rekor $ 375 miliar, menurut data Departemen Perdagangan yang dirilis bulan lalu.

Saluran utama dialog perdagangan antara kedua negara, Comprehensive Economic Dialogue, telah menahan frustrasi atas AS karena kurangnya kemajuan yang mereka dapatkan. Tapi Zhong mengatakan bahwa komunikasi antar keduanya belum sepenuhnya terputus.

“Kami masih dalam pembicaraan, dan kami yakin kedua belah pihak akan terus berbicara untuk langkah selanjutnya, demi kebaikan bersama,” katanya.

About The Author

Reply