Kabar Ekonomi – Eksekutif GM Pertahankan NAFTA, Pabrik Truk Meksiko

Chief Executive General Motors Co (GM.N) Mary Barra mengungkapkan optimisme pada hari Sabtu (13/1) bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara akan bertahan. Dan eksekutif GM senior lainnya berdiri oleh rencana perusahaan untuk terus membangun truk di Meksiko.

Pada sebuah acara untuk menggelar truk pickup GM 2019 Chevrolet Silverado menjelang pameran mobil Detroit, Barra dua kali tidak menjawab secara langsung ketika ditanya apakah produsen mobil tersebut mempertimbangkan kembali produksi saat ini di Meksiko sehubungan dengan perubahan potensial atau keruntuhan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat. Amerika, Kanada dan Meksiko.

Para eksekutif perusahaan tidak mengesampingkan perubahan masa depan terhadap rencana produksi Amerika Utaranya tergantung pada hasil perundingan renegosiasi NAFTA yang sedang berlangsung, walaupun akan sangat mahal untuk menggeser produksi truk. Rival Fiat Chrysler Automobiles NV (FCAU.N) (FCHA.MI) mengatakan pada hari Kamis (11/1) bahwa pihaknya akan memindahkan produksi truk pickup heavy-duty generasi berikutnya ke Michigan dari pabrik di Meksiko, sebuah langkah yang mengurangi risiko bahwa truk tersebut akan dipukul dengan tarif 25 persen jika NAFTA terurai.

Barra mengesampingkan pertanyaan tentang pabrik truk GM di Meksiko, dengan mengatakan, “Ketika saya melihat jejak kami, masih banyak lagi pekerjaan dan negosiasi yang harus dilakukan pada NAFTA.” Mark Reuss, kepala pengembangan produk GM, mengatakan bahwa perusahaan tersebut menggunakan pabrik truk yang ada di Amerika Utara, namun tidak akan menjelaskan kapan ditanya apakah GM dapat menghentikan pembangunan truk di Meksiko.

“Saya tidak yakin kita akan memberitahu siapa pun itu,” kata Reuss. “Saya tidak berpikir kita akan membicarakan jejak kita di masa depan.”

Dalam pertukaran terpisah dengan wartawan, Reuss mengatakan bahwa GM bermaksud menggunakan pabriknya di Amerika Utara, termasuk di Meksiko. Barra, yang bertemu pada bulan November dengan Wakil Presiden Mike Pence bersama dengan eksekutif otomotif AS lainnya, mengatakan bahwa GM telah bekerja untuk mendidik administrasi Trump mengenai kompleksitas industri otomotif dan basis pasokannya.

Barra mengatakan bahwa dia yakin NAFTA akan bertahan. Presiden Donald Trump telah mengancam akan meninggalkan kesepakatan tahun 1994 kecuali jika ada perubahan besar dalam negosiasi dengan Meksiko dan Kanada. Eksekutif GM lainnya membela strategi manufaktur Amerika Utara, mengatakan 80 persen truk yang terjual di Amerika Serikat dibuat di pabrik AS.

About The Author

Reply