Kabar Ekonomi – FAA & Boeing Lakukan Studi untuk Pesawat 737 MAX Setelah Kecelakaan

Federal Aviation Administration dan Boeing Co (BA.N) AS sedang mengevaluasi perlunya perubahan perangkat lunak atau desain pada 737 MAX jet. Hal ini setelah kecelakaan Lion Air yang mematikan di Indonesia bulan lalu, kata regulator pada hari Selasa (13/11).

Saham Boeing turun 2,1 persen pada Selasa (13/11) karena kekhawatiran terkait dengan kehancuran pertama dari jet planemaker versi terbaru, di mana semua 189 orang di dalamnya tewas ketika terjun ke laut. Peneliti Indonesia mengatakan pada hari Senin (12/11) sebuah sistem yang dirancang untuk menangani skenario kecelakaan tidak dijelaskan dalam panduan penerbangan. Mereka meminta lebih banyak pelatihan untuk 737 pilot MAX.

Serikat percontohan AS kemudian mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sistem anti-kios yang baru. Prosedur operasi dan pelatihan untuk 737 MAX juga bisa berubah ketika FAA dan Boeing belajar lebih banyak dari penyelidikan, kata regulator dalam sebuah pernyataan.

Penyidik ​​sedang mempersiapkan untuk mempublikasikan laporan awal mereka tentang kecelakaan pada 28 November atau 29 November, satu bulan setelah jet Lion Air menabrak dengan kecepatan tinggi ke Laut Jawa. Hingga saat ini, perhatian publik terfokus terutama pada masalah perawatan potensial termasuk sensor yang salah untuk ‘angle of attack,’ bagian penting dari data yang diperlukan untuk membantu pesawat terbang pada sudut yang tepat terhadap arus udara dan mencegah sebuah kios.

Fokus penyelidikan tampaknya meluas ke kejelasan prosedur yang disetujui AS untuk membantu pilot mencegah 737 MAX bereaksi berlebihan terhadap kehilangan data tersebut, dan metode untuk melatihnya. Informasi yang diperoleh dari perekam data jet minggu lalu menyebabkan FAA mengeluarkan pilot peringatan direktif darurat bahwa komputer pada 737 MAX dapat memaksa pesawat untuk turun tajam hingga 10 detik bahkan dalam penerbangan manual, sehingga sulit bagi pilot untuk kendalikan pesawat.

Pilot dapat menghentikan respons otomatis ini dengan menekan dua tombol jika sistem berperilaku tak terduga, kata direktif. Tetapi pertanyaan telah diajukan tentang seberapa baik pilot disiapkan untuk reaksi otomatis dan berapa banyak waktu yang harus mereka tanggapi. Chief Executive Boeing Dennis Muilenburg mengatakan kepada Fox Business Network pada hari Selasa bahwa Boeing menyediakan “semua informasi yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat kami dengan aman” dan bahwa 737 MAX adalah pesawat “sangat aman”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *