Kabar Ekonomi – Investor China dan Jepang Tertarik untuk Produksi Mobil Listrik

 

Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian telah memastikan bila mobil listrik akan secepatnya diproduksi dalam negeri. Hal itu akan terjadi setelah adanya investor dari China dan Jepang yang telah mempunyai bisnis di tanah air, sudah menyatakan berminat untuk memproduksi serta memasarkan mobil listrik.

“Untuk dalam negeri, saat ini investor sudah mempunyai investasi di Indonesia dan hampir seluruhnya sudah mempersiapkan modelnya. Terdapat industri China dan Jepang yang telah memiliki pabrikan di Indonesia. Mereka telah menyatakan tertarik untuk mulai mengerjakannya,” ungkap Airlangga sebagaimana yang telah dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Senin 4/9/2017.

Tidak hanya investor dari China dan Jepang, tetepi juga ada sejumlah investor yang lainnya. Menurut Airlangga, ada pula investor lain yang sedang mengkaji rencana akan keterlibatannya pada proyek tersebut.

Pada saat ini, memang pangsa pasar otomotif Indonesia masih mampu dikuasai oleh produsen dari Jepang, dalam sejumlah label kendaraan. Meski pun demikian, produsen otomotif dari China, nampaknya serius untuk bisa menggerus dominasi dari Jepang pada iklim otomotif Indonesia.

Tidak hanya investor dari luar, menurut Airlangga, terdapat produsen dari dalam negeri yang juga dipersilakan untuk bisa memproduksi serta memasarkan mobil listrik secara luas. Pada saat, manurunya telah banyak pabrikan tanah air yang sudah memamerkan prototype yang selanjutnya akan diuji coba. Tinggal menantikan hadirnya investor agar mobil listrik bisa segera diproduksi secara masal.

Airlangga juga membeberkan apabila pengembangan dari mobil listrik tanah air memang harus diawali dengan pemakaian teknologi baterai, motor induksi serta piranti lunak. Tidak hanya itu saja, agar kompetitif, maka diperlukan keringanan bagi pelaku indutri supaya bisa terjangkau oleh para konsumen.

“Saya pastikan proyek mobil listrik telah ada pada peta jalan pemerintah guna pengenbangan industri otomotif tanah air,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan dari Kementerian Perindustrian, populasi dari mobil lisrik yang ada di dunia sampai dengan saat ini telah mencapai kurang lebih 4 juta unit. Pada tahun 2020 mendatang, diprediksi akan mampu mencapai angka 10 juta unit.

Be Sociable, Share!