Kabar Ekonomi – Lemahnya Rupiah Dorong Ekspor Bangkit Lagi

Dari Hendar, yang sudah menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) baru saja memberikan keterangan kalau pelemahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah ini melawan USD memang sangat efektif kepada eksportir dalam bersaing. Akan tetapi  pelemahan itu tidak boleh untuk melebihi batas yang di tetapkan.

Yang sudah di tegaskan oleh Hendar, berada di hari ini, Kamis (4/12/14) memberikan pernyataan kalau pihak Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk saling menjaga, adapun batas pelemahan tersebut tidak bisa di lampaui.

“Kami saat ini harus bisa menjaga nilai tukar itu supaya tetap harus sejalan dengan kondisi kebutuhan makro yang ada di negara ini,” terang darinya di sebutkan kepada awak media, setelah di temui berada di kantornya, Gedung BI, Jakarta.

Lebih dari itu, dirinya menambahkan, pekerjaan utama dari pemerintah untuk sementara ini adalah bagaimana untuk memberikan dukungan perkembangan ekspor manufaktur, agar kreatifitas juga efektifitas pelemahan rupiah ini bisa maksimal di rasakan dan memberikan dukungan kepada para eksportir.

“Akan tetapi, kita yang mengerti kalau saat ini sumber daya untuk ekspor komoditas terbilang masih tinggi tingkatannya, maka dari itu efektifitas tidak terlalu besar kalau kita mendukung di segi manufakturnya,” terang darinya lagi.

Bisa di mengerti, kalau nilai rupiah saat ini mendapatkan tekanan melawan USD (Dollar AS) menuju ke level terendah dalam 11 bulan yang lalu. Bahkan dari pelemahan yang terjadi saat  ini yang berada di tingkat sekitar Rp12.300 per dolar AS, ini mendekati kondisi krisis ekonomi yang sudah terjadi di era tahun 2008 silam.

Melihat dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah di pantau berada di pukul 11.30 WIB, rupiah berada di level Rp12.318 per dolar AS. Dari tingkat tersebut memberikan petunjuk kalau pelemahan sebesar 23 poin atau sebesar 0,19 persen daripada penutupan yang ada di hari kemarin, di tingkat Rp12.295 per dolar AS.

activate javascript

About The Author