Kabar Ekonomi – Mengenai Upah, Buruh Menanti Penetan Bupati dan Walikota

 

Pemerintah memang telah menyatakan bahwa besaran dari Upah Minimum Provinsi tahun 2017 yakni sebesar 8,25 %. Dari besaran kenaikan itu, telah sesuai dengan PP No 78 tahun 2015 yang sudah dihitung berdasarkan dengan inflasi pada bulan September 2015 sampai September 2016 atau year on year.

Di tanggal 1 November yang lalu, semua gubernur yang ada di Indonesia, secara serentak sudah menyerahan usulan terkait dengan kenaikan UMP yang berasal dari semua provinsi yang ada di Indonesia. Sementara itu, usulan kenaikan UMP yang berasal dari bupati serta walikota baru akan diserahkan pada tanggal 15 – 17 November yang akan datang.

Nantinya, kenaikan dari UMP di setiap kabupaten dan kota memang akan disahkan oleh Bupati dan Walikota. Sementara itu, Gubernur selanjutnya akan memberikan persetujuan dengan mengeluarkan Surat Keputusan.

“Itu provinsi berdasarkan aturan UMP, 60 hari sebelum tanggal 1 Januari 2017, yakni 1 November. Kemudian kabupaten serta kota yakni 40 hari sebelum tanggal 1 Januari, sekitara tanggal 15 – 17 November,” ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal di Jakarta pada Minggru 13/11/2016.

Said Iqbal pun menambahkkan bahwa ada kenaikan UMP sejulah 8,25 % di tahun depan dan itu merupakan besaran minimum. Setiap bupati dan walikota bisa saja menentukan kenaikan UMP melebihi 8, 25 %. Hal itu bergantung dari keadaaan ekonomi di masing – masing kabupaten dan kota.

Bupati dan juga walikota akan merumuskan kenaikan dari UMP 2017 dengan ikut melibatkan sejumlah unsur. Mulai dari pihak buruh, perwakilan penguasa serta pemerintah daerah setempat.

“Sesuai dengan PP tersebut, 8,25 % itu merupakan kenaikan minimal. Apabila ada bupati maupun walikota yang bersedia menaikkan lebih darii 8,25 % pun bolah saya, yang salah itu apabila kenaikannya di bawahnya,” jelasnya.

Iqbal juga menambahkan bahwa pada saat ini upah yang telah diterima oleh buruh di Indonesia itu merupakan yang terendah di Asia Tenggara. Upah buruh di Indonesia rata – rata US$ 174 setiap bulan, lebih rendah dari Vietnam US$ 181 tiap bulan. Sementara itu, upah tertinggi ada di Malaysia dengan US$ 506 setiap bulannya.

Be Sociable, Share!