Kabar Ekonomi – Pengiriman Gas Rusia yang Pertama Kali Tidak Akan Bertahan Lama di Inggris

Pengiriman gas Rusia pertama ke Inggris tampaknya akan segera kembali ke kapal lain. Yang membantah klaim Moskow bahwa Inggris akan bergantung padanya untuk persediaan musim dingin ini.

National Grid mengkonfirmasi bahwa gas dari lapangan Rusia yang ditargetkan oleh sanksi AS telah disampaikan oleh sebuah pemecah es Rusia ke fasilitas penyimpanan di Isle of Grain di Kent pada Kamis (28/12) malam.

Media Rusia menyita pengiriman gas alam cair (LNG) untuk mengklaim akan “membuat pembalap Inggris tidak membeku musim dingin ini” sementara kedutaan Rusia di Inggris tweeted: “Merasa kedinginan? Bantuan sedang dalam perjalanan.” Namun, pakar industri mengatakan skenario yang paling mungkin terjadi adalah bahwa Inggris hanya akan menjadi titik berhenti untuk gas, yang bisa mendapatkan harga jauh lebih tinggi di Asia.

Ed Cox, editor LNG global di perusahaan intelijen pasar ICIS, mengatakan: “Saya akan mendesak beberapa kehati-hatian [mengenai gagasan bahwa gas Rusia akan memasok Inggris]. Ada lagi kapal LNG kosong di luar Isle of Grain sekarang, yang sepertinya akan masuk dan mengambil kargo itu.

“Harga [gas] jauh lebih menarik di Asia dan India daripada di Eropa.”

Sumber pasar mengatakan kepada ICIS bahwa LNG diperkirakan akan diambil oleh kapal lain, tambahnya. Seorang juru bicara National Grid mengatakan bahwa gas tersebut belum memasuki jaringan pipa nasional yang memasok rumah dan bisnis.

Kapal tanker Christophe de Margerie tiba di Isle of Grain sekitar pukul 19.20 siang pada hari Kamis (28/12) dan telah menurunkan gasnya ke tangki penyimpanan yang sangat besar sebelum keberangkatan yang direncanakan pada pukul 6 sore pada hari Jumat (29/12). Kapal pemecah es tersebut berangkat awal bulan ini dari proyek LNG Yamal di Arktik Rusia, ladang gas yang dimiliki bersama oleh produser gas Rusia Novatek, milik negara National Petroleum Corporation dan perusahaan minyak Prancis Total.

Proyek ini adalah salah satu yang terkena sanksi AS terhadap proyek energi Rusia, meski tidak secara langsung oleh sanksi Inggris. Kepergian kapal itu terjadi setelah harga gas Inggris melonjak pada pertengahan Desember ketika sebuah pipa minyak dan gas Laut Utara ditutup setelah ditemukannya retak.

About The Author

Reply