Kabar Ekonomi – Qatar Setujui Pengungkapan Keuangan Baru untuk Maskapai Milik Negara

Qatar diperkirakan akan sepakat pada hari Selasa (30/1)  untuk merilis informasi keuangan rinci mengenai Qatar Airways milik negara tersebut. Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Minggu (28/1) bahwa sebuah langkah yang mengikuti tekanan dari maskapai AS untuk mengungkapkan potensi subsidi yang diterimanya.

Berdasarkan sebuah pemahaman yang akan diumumkan pada hari Selasa (30/1), Qatar Airways akan menerbitkan laporan keuangan yang diaudit dalam setahun dan dalam waktu dua tahun harus mengungkapkan transaksi baru yang signifikan dengan perusahaan milik negara, kata pejabat A.S. Qatar Airways dan pemerintah Qatar tidak bisa segera dihubungi Minggu (28/1) malam.

Perusahaan penerbangan AS terbesar – American Airlines Group Inc (AAL.O), United Continental Holdings Inc (UAL.N) dan Delta Air Lines Inc (DAL.N) – sejak 2015 mendesak pemerintah AS untuk menantang pelaksanaan tiga besar tengah Operator Timur dalam perjanjian “Open Skies”. Maskapai penerbangan AS berpendapat bahwa maskapai Gulf tidak disubsidi secara tidak adil oleh pemerintah mereka dengan subsidi lebih dari $ 50 miliar selama dekade terakhir.

Qatar, Etihad Airways dan Emirates, membantah tuduhan tersebut. Maskapai penerbangan Teluk mengoperasikan sekitar 200 penerbangan per minggu ke 12 kota AS. Qatar dan Amerika Serikat diharapkan untuk mengungkapkan rincian pemahaman tentang isu-isu penerbangan pada dialog strategis AS-Qatar di Washington pada hari Selasa (30/1) yang akan mencakup Sekretaris Negara AS Rex Tillerson dan Menteri Pertahanan James Mattis, bersama dengan pejabat Qatar senior, Amerika Serikat Pejabat departemen mengatakan. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena kesepakatan tersebut belum diumumkan.

Kesepakatan sukarela tersebut mengikuti perundingan ekstensif dengan pejabat senior AS dan Qatar dalam beberapa pekan terakhir. Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengatakan kepada pemerintah AS bahwa Qatar Airways tidak memiliki rencana saat ini untuk menawarkan apa yang disebut “penerbangan kebebasan kelima” yang memungkinkan sebuah maskapai terbang antara negara-negara asing sebagai bagian dari layanan ke dan dari negara asalnya.

Qatar harus mengambil langkah untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan secara komersial. Pengungkapan tersebut dapat membantu operator AS membuat kasus bahwa maskapai mendapatkan subsidi pemerintah yang tidak adil. Perjanjian sukarela tersebut tidak berlaku untuk Etihad atau Emirates, keduanya berbasis di Uni Emirat Arab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *