Kabar Ekonomi – Uber Cabut Layanan Tak Berlisensi Di Norwegia

Uber mengatakan pada hari Senin (9/10) bahwa pihaknya akan menangguhkan layanan UberPOP yang tidak berlisensi di Olslo. Hal ini dilakukan hingga Norwegia memperkenalkan aturan baru, karena aplikasi taksi online yang berbasis di Amerika Serikat tersebut mengadopsi strategi yang lebih lunak dengan pihak otoritas negara.

Langkah tersebut menyusul penangguhan selama satu tahun yang serupa dengan yang dilakukan di Finlandia pada bulan Juli yang lalu, untuk memungkinkan undang-undang taksi online baru mulai berlaku, namun tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk kapan UberPOP akan diperkenalkan kembali di Norwegia.

Perusahaan taksi online asal Amerika Serikat tersebut telah mendapatkan tekanan yang sengit dari perusahaan taksi konvensional, dan regulator di seluruh Eropa yang menuduh pihaknya melakukan persaingan yang tidak sehat dan melewati peraturan perizinan konvensional.

UberPOP telah ditangguhkan di beberapa ibukota di Eropa, termasuk Paris dan Burssels, dan Uber baru-baru ini merasa rendah hati aktika kehilangan izin mereka untuk bisa beroperasi di kota London di negara Inggris.

“Kami telah belajar dengan cara yang sulit bahwa kami harus berubah sebagai perusahaan untuk melayani jutaan pelanggan dan pengemudi yang mengandalkan kami. Dengan CEO, Dara Khosrowshahi baru kami, ini adalah era baru bagi Uber,” kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Itulah mengapa saat ini adalah saat yang tepat untuk menghentikan sementara untuk UberPOP di Norwegia, untuk diluncurkan kembail di bawah peraturan baru,” tambah pernyataan tersebut. UberPOP akan dihentikan untuk sementara pada tanggal 30 Oktober, sementara layanan Uber lainnya seperti UberBLACK dan UberXXL akan terus beroperasi seperti biasanya.

Khosrowshahi memimpin perusahaan tersebut pada bulan Agustus, menggantikan pendiri dan mantan bos, Travis Kalanick dan telah berjanji akan mengubah perusaaan yang bernilai sebesar $ 70 milyar tersebut.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa hal itu didorong oleh perkembangan di Norwegia seperti komite ekonomi berbagi pemerintah yang merekomendasikan untuk membatalkan beberapa ketentuan yang terkait dengan taksi dan pendapat dari otoritas pengawasan EFTA, yang mengatakan bahwa pembatasan di Norwegia untuk lisensi taksi adalah sesuatu yang ilegal.

About The Author