Kabar Gosip Artis – Jessica Iskandar Mendapatkan Pelecehan Seksual Di Salon

Belum berakhir masalah perkara akan pembatalan pernikahan yang sudah di ajukan dari sang mantan kekasihnya seperti Ludwig Franz Willibald Maria Joseph Leonard yang di lakukan kepada sang artis serba bisa dan juga pembawa acara hebat Jessica Iskandar, kini sang ibu satu anak tersebu telah tertimpa masalah lagi. Dengan menggunakan akun Instagram miliknya pribadi, Jessica yang mencurahkan isi hatinya mengenai pelecehan seksual yang belum lama ini telah dia alami.

Seperti anggapan dari Jessica yang ada di beberapa hari yang lalu, dirinya yang sudah menjalani perawatan rambut berada di sebuah salon khusus yang ada di Jakarta. Akan tetapi seperti anggapannya, bukan dari pelayanan baik yang sudah dia terimakan, akan tetapi dari perlakuan yang tidak senonoh dari salah satu terapis yang berjenis kelamin laki-laki.

“Berada di beberapa hari yang lalu saya sudah melakukan suatu perawatan rambut berada di sebuah salon yang bernama I**** T***, dari sang terapis yang laki-laki telah melakukan pelecehan seksual dan tindakan pornografi kepada aku,” ujar dari Jessica yang dituliskan berada di akun IG nya berada di hari Selasa kemarin (24/2/15).

“Di saat saya sadar, saya yang langsung teriak-teriak untuk minta tolong dan serahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Sampai pada akhirnya itu menjadi suatu traumatik buat saya sendiri,” terang dari Jessica yag berada di dalam IG tersebut juga.

Akan tetapi, Jessica yang tidak membeberkan adanya pelecehan seksual seperti yang sudah menimpanya tersebut.

Karena merasa trauma tersebut, sebelum ingin bisa mencurahkan isi hatinya berada di alam akun Instagramnya berada pada saat pekan lalu, di hari Kamis (19/2/15). Dirinya memang sudah melaporkan terlebih dahulu terapis tersebut kepada Polda Metro Jaya.

Adapun tindakan pelecehan seksual yang sudah di laporkan kepada Polda Metro Jaya dengan nomor LP/650/II/2015/PMJ/Dit. Reskrimsus. Dari kini terlapor diancam akan mendapatkan Pasal 281 KUHP jo Pasal 29 UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi.

About The Author