Kabar Haji Terkini – Suhu Memanas, Banyak Korban Haji Berjatuhan

Adanya  suhu tinggi yang berada di Padang Arafah di ketahui mencapai 43 derajat celcius pada saat para Jemaah haji melakukan kegiatan wukuf, Jumat siang kemarin (3/10/14),  yang di mana  sudah membuat para Jemaah sangat beresiko tinggi bertumbangan. Bisa di ketahui semenjak di pukul 13.00 WAS sampai dengan pukul 20.00 WAS para Jemaah yang telah meninggal dunia di perkemahan Arafah sebanyak empat orang. Lain dariitu sebanyak 72 orang Jemaah yang lainnya masih di rawat intensif.

Seperti anggapan dari Koordinator Kesehatan BPHI  Arafah yang bernama dokter Lucky Tjahjono, dari pasien memang tidak bisa berhenti untuk berdatangan paska dari khutbah wukuf dan  juga dari kegiatan shalat dhuhur pada pukul 13.00 WAS.

“Ini memang di ketahui tidak pernah untuk terjadi sebelumnya, karena di tahun-tahun sebelumnya tidak pernah di dengar kalau  adanya suatu peristiwa seperti tahun ini,” tegas dari dokter Lucky menjelaskan.

Dari adanya pasien yang berdatangan memang sangat kewalahan, BPHI yang inginkan suatu persetujuan dari Koordinator Satgas yang bernama Armina Ahmad Riad untuk bisa segera memperluas ruang perawatan dari semula yang hanya 10×3 meter, dan di tambahkan lagi ruangan sebanyak dua dengan ukuran sama. Sementara dari tenda yang semula di tempati berasal dari BPK yang berukuran  4×4 meter di jadikan ruang penampungan jenazah  Jemaah yang meninggal dunia.

Dokter Lucky sendiri yang sudah  terlihat telah menuturkan, kemungkinan dari Jemaah yang menderita sakit karena kelelahan dan  juga penyakit bawaan dari negara kini kian terus bertambah, karena masih banyak Jemaah yang tidak terangkut maktab-maktab akibat kurangnya ambulan yang ada. BPHI yang telah menyediakan sebanyak tiga ambulan dan dua ambulan tambahan dari Mekah.

Semakin minimnya ambulan  memang sudah membuat para Jemaah ambruk di angkut dengan beberapa kendaraan ada juga yang di angkut dengan menggunakan mobil pribadi, sampai di dorong dengan menggunakan kursi roda sampai di tempat medis untuk mendapatkan pertolongan.

About The Author