Kabar Indonesia – JK Dukung Program Bela Negara

 

Bapak nomor dua negara kita, Wapres Jusuf Kalla yang baru saja menyebutkan bahwa program terbaru seperti ‘bela negara’ itu masih sama pentingnya dengan pengadaan alat utama sistem persenjataan. JK sangat setuju dengan ide dari Kementrian Pertahanan dalam menggagas masalah program bela negara ini.

“Ini memang sama-sama pentingnya untuk aset pertahanan di negara kita. Semua itu sangat penting untuk di didik di dalam bidangnya masing-masing,” terang dari Jusuf Kalla pada saat di temui berada di Universitas Trisakti, hari ini Kamis (15/10/15).

Walaupun merasa setuju, Jusuf Kalla memberikan pengakuan kalau belum mengerti secara detail akan konsep tersebut. Masalah anggaran yang ada, JK menyebutkan kalau sampai saat ini masih belum ada bahasan dari pemerintah. Akan tetapi dirinya memastikan kalau dari program ini berbeda dengan yang seperti wajib militer.

Berada di dalam program ini, seperti keterangan berasal dari JK, kepada setiap peserta akan bisa di uji dan di latih dalam membela negaranya, sesuai dengan kompetensi dan juga pekerjaan masing-masing orang. JK memberikan percotohan, jika dari seorang wartawan yang menjabarkan berita yang baik dan juga positif, itu adalah termasuk bela negara.

“Dari seorang mahasiswa akan bisa melakukan bela negara dengan menciptakan suatu inovasi. Tentunya kalau dari seorang tentara, ya dengan cara bertempur,” tegas dari JK.

Dari Kementrian Pertahanan membuat suatu pernyataan yang mengejutkan dengan memberikan kewajiban kepada warga Indonesia dari tingkat dasar sampai dengan 50 tahun harus bisa mengikuti bela negara. Adapun dasar hukum yang ada di program ini adalah UUD 1945 pasa 27 dan UU Pertahanan No 3 Tahun 2002. Di dalam pasal itu di jelaskan kalau setiap negara mempunyai hak dan kewajiban untuk membela negara.

Lantas banyak kalangan masyarakat masih belum bisa jelas maksud akan program bela negara ini. Banyak yang mengirakan ini adalah wujud dari wajib militer.

Be Sociable, Share!