Kabar Indonesia – Kemlu Tanggapi Desakan PBB Untuk Menghapus Hukuman Mati

 

Arrmanatha Christiawan Nasir, yang menjadi Juru bicara Kementrian Luar Negeri RI yang sudah menyebutkan kalau Menlu Retno Marsudi telah menerimakan notifikasi keberatan berasal dari Ban Ki Moon, Sekretaris Jenderal PBB akan terjadinya keputusan hukuman mati yang ada di Negara Indonesia ini. Seperti anggapan dirinya memang sangat sulit untuk bisa mengubah dari peraturan tentang hukuman mati yang saat ini masih berlaku berada di Indonesia, karena hukum tersebut masih di bilang positif.

Hal ini yang sudah dikatakan oleh Tata kalau berada di pagi tadi, ditemui berada di kantornya, Minggu, (15/2/15). Dirinya mengatakan kalau pelaksanaan dari hukuman mati juga sudah sesuai dengan keputusan dari Mahkamah Konstitusi tahun 2007.

“Hukuman yang ada ini tidak bertentangan dengan suatu penghormatan dari Hak Asasi Manusia sebagaimana yang sudah di tuliskan dan di atur oleh UUD 1945. Selain adanya keputusan tersebut, konvensi Internasional tentang hak-hak sipil dan juga politik berada di dalam pasal 6 sebutkan kalau hukuman mati akan bisa dijatuhkan lagi kepada pelaku yang mendapatkan kasus tindak kejahatan berat dari proses pengadilan,” tegas dari Tata lagi menjelaskan.

Suatu tindakan kejahatan yang bernilai berat seperti yang dimaksudkan Tata adalah seperti pembunuhan dan narkoba.

“Sementara yang berada di Indonesia memberikan pandangan kepada kejahatan narkoba menjadi wujud tindak kejahatan yang besar dan berat. Hal ini disebabkan karena sudah mengakibatkan sebanyak jutaan orang korban dari obat terlarang tersebut, dan kehilangan nyawa kalau lebih parah sampai overdosis,” terang Tata lagi.

Pada saat ditanyai adanya kemungkinan pihak Australia maka dari PBB memberikan suatu pernyataan tersebut. Tata menyebutkan isu mengenai hukuman mati sudah di bahas ketat berada di Dewan HAM PBB. Dirinya masih enggan mengomentari terkait masalah desakan dari Negara kanguru di PBB masalah pelaksanaan hukuman mati itu.

Hukuman mati bukan hanya ada di Indonesia saja. Akan tetapi juga di ketahui di beberapa Negara yang lainnya.

Be Sociable, Share!