Kabar Internasional – 70 Wisatawan Tercabik-cabik Oleh Piranha Di Argentina

Keganasan dari ikan seperti Piranha memang tidak ada duanya. Hewan air sungai tepatnya di daerah Amerika selatan / Latin tersebut selalu berkelompok dan bisa menyerang musuhnya sampai habis dagingnya untuk di makan. Bahkan ditinggalkan hanya rangkanya saja.

Seperti yang sudah terjadi di Argentina. Sebanyak 70 orang di negara tersebut menderita luka berat setelah di ketahui kalau mereka menjadi korban serangan dari kelompok ikan piranha yang sangat lapar. Dari kejadian tersebut telah terjadi di dalam sungai Parana. Daging para korban sudah di koyak oleh ikan tersebut, karena kemungkinan memang dalam keadaan lapar.

Seperti yang sudah di kabarkan dalam media CNN, jumat kemarin (27/12/13) dari kejadian tersebut terjadi di hari Natal kemarin. Dari beberapa orang yang berjumlah ratusan orang menceburkan diri mereka untuk ke Sungai Parana, letaknya di 300 km dari utara kota Buenos Aires di tengah udara yang sangat terik.

Dalam keadaan yang asyik-asyiknya, seperti bermain air dan beranang. Tidak lama kemudian sekelompok piranha ternyata sudah datang untuk menggigit mereka. Sontak mereka kaget langsung. Seperti ada salah satu korban yang masih berusia 7 tahun telah kehilangan jarinya karena memang sudah di gigit sang ikan ganas tersebut.

Ikan Piranha tersebut di ketahui berasal dari jenis palomentas. Seperti dari anggapan tim medis, ikan ini lebih agresif untuk mencari dan mencium adanya mangsa.

“Bisa di llihat seperti dari para korban tubuhnya sudah tercabik-cabik,”ujar dari sang media bernama Gustavo Centurion.

Adapun ungkapan yang berasal dari kelompok nelayan di sekitar tempat tersebut, bernama Julian Aguilar. Kalau insiden tersebut sangat jarang terjadi. Sebelumnya memang sudah ada kejadian yang sama, namun masih sedikit korbannya. Untuk kali ini memang yang teritinggi jumlah korban yang di mangsa ikan tersebut.

Dari peristiwa ini langsung membuat ketakutkan dari para warga yang  ada di Buenos Aires untuk tidak lagi berlibur di tempat tersebut. Karena kejadian tersebut tempat tersebut sekarang ditutup oleh pihak keamanan di sana.

About The Author

Reply