Kabar Internasional – 8 Polisi Afghanistas telah Tewas Setelah Diracun Teman Sendiri

Ada 8 polisi yang telah meninggal dunia setelah diracun oleh temannya sendiri pada base camp mereka yang berada pada seletan Afghanistan. Insiden itu disebutkan sebagai penyerangan dari dalam.

Taliban telah mengklaim bertanggung jawab dari insiden yang telah terjadi pada distrik Nawshar di sebelah selatan dari Provinsi Zabul pada Jum’at 10/3/2017 yang lalu.

“Pelaku pertama telah meracuni koleganya kemudian menembak mati semuanya,” ungkap gul Islam Seyal selaku juru bicara pejabat di Provinsi Zabul pada Sabtu 11/3/2017.

Bismillah Afghanmal selaku Gubernur Zabul telah mengatakan bahwasannya sampai dengan saat ini mereka pun masih terus melakukan investigasi, sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Aljazeera.

Sementara itu, Zabihullah Mujahid selaku juru bicara Taliban telah menyebutkan bahwa pada pesan singkat pada mereka, dimana penyusup dari kelompok tersebut memang sudah merencanakan penyerangan. Serangan tersebut telah dilakukan ketika polisi dan tentara Afganistas bergiliran memang senjaga pada kolega maupun prajurit internasional yang lain.

Serangan tersebut telah menjadi masalah utama pada konflik yang terjadi antara pemberontak serta pemerintah Afganistas semenjak 15 tahun terakhir ini. Konflik tersebut diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa tahun yang akan datang.

Pada peristiwa yang serupa yang telah terjadi pada bulan yang lalu, salah seorang polisi yang terkait Taliban telah menembak mati 11 temannya pada sebuah post yang berada di dekat provinsi Helmand. Pada bulan September yang lalu, dua orang prajurit Afghanistan yang terkait dengan Taliban telah membunuh dua belas temannya yang tengah tertidur pada markas mereka yang berada pada provinsi Kunduz.

Kini, pihak kepolisian setempat pun masih terus melakukan pengembangan dari kasus ini agar kasus yang seperti ini tidak akan terjadi lagi pada waktu yang akan datang. Pihak kepolisian tidak ingin kembali kecolongan dengan adanya tindakan yang kembali dilakukan oleh orang dalam.

Sejumlah anggota pun dimintai keterangan terkait dengan kasus tersebut. Sebab, kemungkinan adanya pelaku lain yang mungkin juga akan melakukan aksi yang sama masih terbuka lebar. Karena itulah, pemeriksaan pun dilakukan dengan lebih detail lagi.

About The Author