Kabar Internasional – Amerika Serikat dalam Perlombaan untuk Hadapi Ancaman Korea Utara

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih HR McMaster mengatakan AS “dalam sebuah perlombaan” untuk mengatasi ancaman dari Korea Utara. Potensi perang meningkat setiap hari namun konflik bersenjata bukanlah satu-satunya solusi, katanya pada forum pertahanan. Komentarnya datang tiga hari setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik pertamanya dalam dua bulan, yang bertentangan dengan resolusi PBB.

Rudal terbaru terbang lebih tinggi dari yang lainnya yang sebelumnya diuji, sebelum jatuh ke perairan Jepang. Ketegangan telah memanas dalam beberapa bulan terakhir mengenai perkembangan lanjutan program nuklir dan rudalnya, meskipun mendapat kecaman global dan sanksi internasional. Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenam pada bulan September. Pentagon juga dilaporkan menjadi lokasi kepanduan di pantai barat Amerika untuk menerapkan pertahanan ekstra, di tengah klaim dari Korea Utara bahwa rudal terbarunya bisa mencapai seluruh benua Amerika Serikat.

Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump memberikan komentarnya yang tidak tertulis di sebuah forum di California pada hari Sabtu (2/12).

“Ada banyak cara untuk mengatasi masalah ini yang kekurangan konflik bersenjata, tapi ini adalah sebuah perlombaan karena dia semakin dekat, dan tidak banyak waktu yang tersisa,” kata McMaster, mengacu pada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dia memilih China, mendesak pemerintah Beijing untuk memberlakukan embargo minyak total di utara untuk menyulitkan peluncuran rudal.

“Kami meminta China untuk bertindak sesuai kepentingan China, sebagaimana mestinya, dan kami percaya semakin pentingnya kepentingan China untuk berbuat lebih banyak.”

“Anda tidak bisa menembakkan rudal tanpa bahan bakar,” tambahnya.

Korea Utara, sementara itu, telah menuduh AS dan tetangganya Korea Selatan menjadi penghasut menjelang latihan udara bersama skala besar antara dua sekutu yang dimulai pada hari Senin (4/12).

“Ini adalah provokasi terbuka dan terbuka terhadap DPRK [Korea Utara], yang dapat menyebabkan perang nuklir kapan saja,” kata sebuah editorial di surat kabar Rodong yang berkuasa.

Korea Utara mengatakan rudal Hwasong-15 yang ditembakkan pada hari Kamis, yang mencapai ketinggian 4.475km (2.780 mil) dan terbang sejauh 950 km dalam 53 menit, dapat diperkirakan sebagai sebuah “hulu ledak super besar” yang mampu menyerang daratan AS . Namun, sementara analis setuju bahwa rudal tersebut bisa menempuh perjalanan lebih dari 13.000 km ke jalur standar dan mencapai AS, mereka telah meragukan apakah rudal tersebut dapat berhasil membawa hulu ledak yang berat sehingga jaraknya.

About The Author

Reply