Kabar Internasional – Aneh, Bocah 4 Tahun Dipenjara Seumur Hidup di Mesir

Ada suatu berita yang sangat aneh sekali. Di mana berita ini berasal dari pengadilan militer negara Mesir. Pengadilan tersebut telah melakukan keputusan yang sangat fatal kesalahannya. Dari para hakim telah menjatuhkan hukuman selama seumur hidup kepada bocah yang masih balita. Hukuman seumur hidup itu di berikan kepada bocah yang bernama Ahmed Mansour Qurani Ali, di mana di ketahui masih berusia 4 tahun.

Ahmed Mansour Qurani Ali bersama dengan orang sebanyak 114 yang lainnya sudah di putuskan untuk bersalah karena menghilangkan nyawa orang lain terkait masalah kerusuhan yang sudah terjadi melibatkan pendukung Ikhwanul Muslimin yang sudah terjadi berada di Provinsi Fayoum untuk tanggal 2014.

Kini dari Hakim sudah memutuskan kalau dari Ahmed Mansour Qurani Ali sudah bersalah akan 4 dakwaan pembunuhan yang ada, sejumlah dakwaan percobaan pembunuhan dan juga merusak adanya properti milik dari pemerintah yang ada.

Dari pengacara keluarga tedakwa memang sudah lama sebelumnya katakan kalau sang bocah balita itu sudah masuk di dalam daftar tersangka. Mereka yang juga sudah menyerahkan bukti yang menguatkan bahwa terdakwa masih berusia satu tahun pada saat insiden tersebut terjadi.

Akan tetapi entah itu masih belum di selesaikan atau memang telah teledor, dari staf pengadilan juga tidak menyampaikan bukti itu kepada sang hakim peradilan. Seperti yang sudah di kabarkan di dalam laman BBC, kasus tersebut sudah membuat peradilan Mesir menjadi bahan candaan banyak candaan dari banyak kalangan.

Untuk akhir-akhir ini juru bicara pengadilan militer Mesir yang bernama Mohammed Samir memberikan pengakuan kalau pihaknya salah.

Dengan menggunakan akun facebooknya, dirinya menyebutkan kalau seharusnya pemuda yang 16 tahun yang mempunyai nama sama yang mendapatkan vonis tersebut.

Seharusnya yang terdakwa sesungguhnya adalah Ahmed Mansour Qurani Sharara, orang lain selain dari Ahmed Mansour Qurani Ali. Pihak dari pengadilan akan segera mengusut masalah ini. Setelah mendapatkan kritikan dari banyak kalangan.

About The Author