Kabar Internasional – Argentina Hadapi ‘Harapan dan Keputusasaan’ Dalam Pencarian Kapal Selam

Tidak ada tanda-tanda kapal selam Argentina yang hilang di Atlantik Selatan sejak 15 November telah ditemukan kendati ada upaya pencarian internasional yang besar-besaran. Sementara keluarga dari 44 anggota awak menghadapi kemungkinan yang semakin besar bahwa orang yang mereka cintai tidak akan pernah kembali.

Sabtu (25/11) menandai hari ke-10 sejak kapal selam ARA San Juan melaporkan posisi terakhirnya di lepas pantai selatan Argentina. Laporan tentang suara yang terdeteksi di bawah air di dekat posisi kapal yang diketahui terakhir menunjukkan bahwa kapal tersebut mungkin telah meledak setelah melaporkan masalah listrik. Tapi dengan alasan penghormatan terhadap keluarga, juru bicara angkatan laut Enrique Balbi menolak mengatakan apapun untuk mengkonfirmasi kepercayaan umum bahwa kru telah binasa.

“Kami berada pada tahap harapan dan keputusasaan pada saat bersamaan,” kata Balbi kepada wartawan. “Kami tidak akan berspekulasi melampaui fakta seperti yang kita kenal.”

Dia mengatakan tujuh kapal menantang gelombang 3 meter (3,28 yard) untuk memetakan dasar laut di mana San Juan kemungkinan besar akan ditemukan. Angkatan Laut A.S. mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan kendaraan bawah laut tanpa awak, atau “kapal selam” yang dilengkapi sonar, untuk membantu pencarian. Sebuah pesawat Rusia tiba di Argentina pada hari Jumat (24/11) membawa peralatan pencarian yang mampu mencapai 6.000 meter (20.000 kaki) di bawah permukaan laut, kata Balbi.

“Masalah dengan menjadi orang yang dicintai seseorang yang hilang adalah bahwa proses berkabung tidak dapat dimulai, karena mereka masih berada di luar sana,” kata psikolog lokal Guillermo Bruchstein dalam sebuah wawancara televisi pada hari Sabtu. “Mereka hilang tapi tidak ‘mati’.”

Keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka menduga kapal berusia di atas 30 tahun tidak dipelihara dengan benar, sebuah tuduhan yang ditolak pemerintah, dan angkatan laut telah lamban dalam berbagi informasi dengan mereka. Kerabat mengungkapkan kemarahan pada tingkat pendanaan angkatan bersenjata, yang anggarannya telah menurun sejak jatuhnya sebuah kediktatoran militer pada tahun 1980an.

“Hilangnya San Juan adalah konsekuensi dari fakta bahwa pengabaian dan degradasi kekuatan pertahanan kita telah menjadi kebijakan resmi,” Senator Argentina Pino Solanas dari partai Independent Project South mengatakan kepada radio setempat pada hari Sabtu (25/11).

About The Author

Reply