Kabar Internasional – AS – China Sepakati Sanksi PBB bagi Korut, Ini yang Pertama di Era Trump

Untuk yang pertama kalinya semenjak era kepemimpinan Donald Trump, Amerika Serikat bersama China telah menyepakati resolusi dari Perserikatan Bangsa – Bangsa untuk bisa menambah sanksi bagi Korea Utara karena program nuklir yang dilakukannya.

Sesudah adanya perdebatan yang panjang diantara Amerika Serikat dan China, resolusi tersebut telah diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB di hari Jum’at 3/6/2017. Itu dianggap sebagai sanksi yang paling ringan jika dibandingkan dengan yang sudah pernah dijatuhkan sebelumnya.

Sanksi itu pun hanya berupa penambahan dari nama entitas Korea Utara pada daftar hitam Perserikatan Bangsa – Bangsa, yakni Pasukan Rudal Strategis,  Koryo Bank, Tentara Korea Utara serta ada 14 orang lainnya, juga termasuk kepala operasi mata – mata asing dari Pyongyang.

Pada sanksi ini, seluruh aset entitas itu telah dibekukan serta pergerakan mereka pun telah dibatasi secara global. Sanksi tersebut telah dijatuhkan sebab entitas itu dianggap telah membantu kemajuan dari program nuklir serta rudal Korea Utara.

Merujuk pada basi data pemerintahan Korea Selatan misalnya, biasanya Koryo Bank telah menangani transaksi mancanegara untuk Office 38, ada badan bayangan yang telah mengatur pendanaan privat untuk kepemimpinan Korea Utara.

Sanksi ringan ini pada akhirnya telah diputuskan sesudah adanya perdebatan yang panjang diantara China dengan Amerika Serikat. Memang selama ini, China yang merupakan sekutu terdekat dari Korea Utara, selalu mengimbau supaya seluruh negara bisa untuk menahan diri ketika berhadapan dengan Korea Utara.

Sedangkan Amerika Serikat, memang selalu menyerukan sanksi yang berat dari pelanggaran yang sudah dilakukan oleh Korea Utara yang sudah berulang kali sudah melakukan uji coba nuklir dan rudal.

Meski pun sanksi tersebut terbilang cukup ringan, namun Amerika Serikat masih tetap tidak akan segan untuk mengambil langkah tegas apabila Korea Utara masih terus melakukan provokasi dengan terus melakukan uji coba nuklir serta rudalnya.

“Amerika Serikat pun terus mencari sebuah jalan damai untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini. Tidak hanya itu saja, upaya diplomasi serta finansial terus dilakukan namun Amerika Serikat juga tetap mempersiapkan perlawanan atas agresi Korea Utara dengan cara yang lainnya apabila memang diperlukan,” ujar Nikki Haley selaku Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa – Bangsa, sebagaimana yang telah dikutip dari Reuters.

About The Author