Kabar Internasional – Australia: ISIS Berniat Bentuk Kekhalifahan di Asia Tenggara

Konflik karena serangan militant Maute yang telah berbaiat pada ISIS di Marawi, telah membuat sejumlah negara yang berada di sekitaran Filipina pun khawatir akan mendapatkan ancaman serupa. Oleh sebab itu, sejumlah negara di sub region pun berkumpul guna membahas kemungkinan – kemungkian yang akan terjadi.

George Brandis selaku Jaksa Agung Australia telah menyebutkan apabila kelompok teroris ISIS, berniat untuk membentuk kekhalifahan di Asia Tenggara serta kawasan di sekitarnya. Hal itu menyusul atas serangan militer Maute yang berbaiat terhadap teroris yang berasal dari Timur Tengah di Marawi, Filipina.

“ISIL (ISIS) telah mendeklarasikan keinginannya untuk mendirikan negara khalifah region dan situasi yang saat ini berkembang pada bagian selatan Filipina. Tentu saja ini merupakan kekhawatiran yang begitu besar,” ungkap Brandis di Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu 29/7/2017.

Kedatangan Brandis di Indonesia guna menghadiri pertemuan dari enam negara guna membahas terorisme lintas batas. Tidak hanya diikuti oleh delegasi dari Autralia, ada pula dari Selandia Baru, Brunei Darussalam, Malaysia dan Filipina.

“Ini sebabnya kenapa pemerintah Australia bersama – sama memimpin pertemuan yang penting ini,” imbuhnya.

Brandis pun mengatakan apabila keenam negara akan mendiskusikan terkait fokus dalam memperkuat keamanan, pertukaran pikiran dan koordinasi. Secara khusus, pertemuan tersebut membahas masalah – masalah keamanan pada sub kawasan Laus Sulu serta Laut Sulawesi menyusul adanya serangan yang terjadi di Marawi.

Pada akhir Mei yang lalu, militant ISIS telah menyapu Marawi. Tiga bula berselang, militer Filipina masih belum mampu sempenuhnya dalam mengatasi keberadaan teroris itu.

Menurut Wiranto selaku Menteri Koordinator bidang Politik Hukum & Keamanan, Pemerintah Indonesia sudah meminta pada pihak Filipina guna memberikan penjelasan terkait atas situasi yang ada di Marawi. Apabila memang membutuhkan bantuan, maka sebaiknya segera dibicarakan. Pertemuan bilateral bersama delegasi Filipina, telah selesai digelar kemarin. Hal itu sebagai pendahuluan dari konferensi enam negara di sub kawasan yang pada hari ini digelar.

“Pertemuan bersama pihak Filipina, telah kita lakukan serta meminta penjelasan yang lebih detail terkait atas perkembangan aksi terorisme maupun percobaan usaha dalam membangun basis baru dari ISIS pada wilayah Filipina selatan,” beber Wiranto.

About The Author