Kabar Internasional – Balita Meninggal Setelah Makan Popcorn

 

Seorang anak yang bernama Mirranda Grace Lawson adalah seorang Balita yang masih berusia 2 tahun telah mengalami kerusakan para otaknya yang parah karena akibat dari tersedak popcorn. Bagi APP, dengan tersedak adalah salah satu penyebab utama banyaknya kematian anak yang masih dibawah usia 3 tahun.

Ada beberapa makanan yang memang kerap menajdi salah satu penyebab balita tersedak diantaranya adalah sosis yang potongan bulat, popcorn, dan juga anggur utuh. Jadi setiap orang tua yang disarankan agar tidak memberikan makanan itu akan dicincang kecil karena dia masih kecil usianya masih kurang dari 5 tahun.

Di hari ulang tahun sang Ibu, Mirranda terlihat sudah di temukan ada di sebuah ruang tamu yaitu dengan tubuhnya yang tergeletak dan juga matanya yang begitu melotot. Ibunda pun menjadi sangat panic, dikarenakan telah menemukan putrinya sudah tidak bisa bernapas lagi.

Setelah Mirranda mendapatkan pertolongan pertama dari media, ada sebuah popcorn  yang berbentuk bulat dan bersarang jauh ada di dalam tenggorokannya dan telah menghalangi jalannya pernapasan. Ayahnya yang bernama Patrick Lawson sebetulnya sudah mulai memberikan bantuan CPR dengan segera namun disaat paramedic sudah tiba, ternyata jantung Mirranda sudah  tidak berfungsi lagi, jantungnya tidak berdenyut.

Tapi, MIrranda masih saja mempunyai secercah harapan walaupun itu hanyalah sesaat saja. Seorang dokter yang ada di VCU Medical Center dapat menyadarkannya namun, mereka telah member tahu kepada orang tua bahwa Mirranda sudah menderita kerusakan otak yang sangat parah.

Setalh selama 2 bulan MIrranda berusaha untuk bertahan hidup walaupun dengan bantuan ventilator, maka dokter pun ingin melakukan sebuah tes yaitu kematian otak yaitu mengharuskanMIrranda melepaskan ventilatornya dan melihat apakah Mirranda dapat bernapas sendiri.

Tapi, dari pihak orang tua menolaknya dan malah menggugat rumah sakit Ayahnya telah berpendapat, “Dia tak bsia seperti anak yang sudah mati otak.” Dan akhirnya keadaan Mirranda pun menjadi sangat buruk, dia mengalami gagal ginjal dan akhirnya dia telah menghembuskan napas terakhirnya di awal bulan November silam.

AAP telah menegaskan bahwasannya mulut kecil balita dan juga ketrampilan untuk mengunyahnya belum dapat menangani semua makanan dan bentuknya. Dan tradgisnya Mirranda bukanlah satu-satunya yang meninggal karena tersedak. Jadi agar bisa meminimalisir bahayanya tersedak pada anak kamu dapat mengikuti pedoman dari Mayo Clinik.

Be Sociable, Share!