Kabar Internasional – Bankir Inggris yang Membunuh 2 WNI, Pernah Menjadi Korban Kekerasan Seksual

 

Rurik Jutting, mantan bankir Inggris yang telah membunuh 2 WNI ternya sebelumnya pernah menjadi korban kekerasan Seksual. Kejadian tersebut pernah dialaminya ketika dirinya masih sekolah. Pengacara Jutting pun telah menyebutkan apabila kliennya tersebut mengalami gangguan periIaku secara seksual serta gangguan kepribadian.

Persidangan Jutting sendiri saat ini sudah memasuki pekan yang kedua. Pada persidangan kali ini, telah menghadirkan saksi ahli yang didatangkan oleh pihak terdakwa. Pada kasus ini, Jutting telah didakwa sudah membunuh 2 wanita Indonesia yang telah diidentifikasi sebagai Seneng Mujiasih, 26 tahun serta Sumarti Ningsing 23 tahun pada tahun 2014 silam. Sebelumnya Jutting telah mengaku bahwa dirinya tidak bersalah pada dakwaan pembunuhan yang telah dijeratkan oleh jaksa. Tetapi dirinya mengaku bersalah atas pembunuhan yang tidak disengaja. Lantas, pihak jaksa pun menolak pengakuan dari Jutting.

Pada persidangan yang telah dilangsungkan di Hong Kong, sebagaimana yang telah dilansir AFP pada Senin 31/10/2016, pengacara telah menyebutkan bahwa Jutting yang merupakan lulusan dari Cambridge University tersebut, telah menderita gangguan kepribadian sadism seksual serta narsistik. Gangguan tersebut telah diperburuk atas penggunaan kokain serta alcohol pada skala besar.

Jutting yang telah berusia 31 tahun tersebut, telah membunuh korbannya dengan cara menggorok leher korban. Jutting telah mengundang kedua korban menuju apartemennya untuk melakukan seks dengan memberikan iming – iming bayaran yang besar. Jutting pun telah menyiksa satu korbannya dalam kurun waktu 3 hari sebelum akhirnya membunuh korban serta memutilasinya.

Richard Latham selaku pakar psikiatri forensik yang telah dihadirkan menjadi saksi ahli, sudah meringankan terdakwa. Sebab Latham telah menyatakan bahwa Jutting pernah jadi korban pelecehan seksual pada sekolah swasta ternama di Wichester College. Berdasarkan hasil dari laporan forensic kejiwaan Latham yang sudah dibacakan pada persidangan, telah disebutkan bahwa salah seorang anak laki – laki sudah pernah memaksa pada Jutting agar melakukan seks oral di sekolah.

“Dirinya pun menjelaskan atas caranya menunjukkan diri menjadi korban kekerasan seksual,” sebagaimana yang telah dituliskan oleh Latham pada laporan tersebut.

Diungkapkan pula pada sidang bahwa Jutting telah mengalami depresi serta memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.

Be Sociable, Share!