Kabar Internasional – Beijing Telah Menampik Membangun Stasiun Pengawas pada Laut China Selatan

 

Kementeruan Luar Negeri China telah menampik adanya laporan yang telah menyebutkan apabila Beijing akan segera membangun sebuah stasiun pengawasan pada lingkungan perairan dangkal yang berada di Scarborough pada Laut China Selatan.

Memang China telah menguasai perairan yang berada pada timur laut dari kepulauan Spratly tersebut di tahun 2012 yang lalu serta telah memblokir akses dari para nelayan Filipina yang akan menuju ke sana. Tetapi setelah kunjungan Presiden Rodrigo Duter pada tahun lalu ke negara tersebut, Beijing telah memperbolehkan mereka guna kembali menuju kawasan tersebut.

Pada wal bulan ini, Xiao Jie selaku wali kota yang telah disebutkan China sebagai Sansha City telah mengungkapkan bahwasannya Negeri Tirai Bambu telah berencana guna memulai adanya persiapan dalam pembangunan stasiun pengawasan lingkungan pada sejumlah kepulauan yang berada di bawah kekuasaan mereka, salah satunya Scarborough.

Sansha City merupakan nama yang telah diberikan oleh China bagi basis administratif di kepulauan serta terumbu karang yang berada di kawasan Laut China Selatan yang sudah berhasil mereka kuasai.

“China memang telah memprioritaskan akan pelestarian ekologi di Laut China Selatan, hal itu sudah pasti,” imbuh Hua Chunying selaku juru bicara dari Kementerian Luar Negeri China pada Rabu 22/3/2017.

“Berdasarkan pada keterangan dari badan terkait di China, telah melaporkan apa yang telah anda sebut sebagai pembangunan stasium pengawasan pada lingkungan Scarborough merupakan sebuah kesalahan. Hal tersebut tidak benar adanya,” imbuhnya sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Reuters.

“Terkait atas perairan dangkat yang berada di Scarborough, posisi China sudah jelas dan konsisten. Kami pun memprioritaskan hubungan antara China dengan Filipina,” katanya.

Saat dilakukan pengecekan oleh Reuters pada hari ini, komentar yang telah dikeluarkan oleh Xiao Jie akan rencana itu, sebagaimana yang telah dikutip dari Hainan Daily, sudah ada yang diralat dengan menghilangkan pada pernyataan terkait perairan dangkal tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Filipina dengan resmi sudah memberikan penjelasan pada kedutaan besar China yang berada di Manila guna menjelaskan terkait atas laporan pembangunan tersebut.

Be Sociable, Share!