Kabar Internasional – Bentrok Marawi Bisa Menjadi Pintu Masuk ISIS

 

Perlawanan sengit yang ditunjukkan oleh kelompok militant berafiliasi ISIS, Maute, kepada militer Filipina yang ada di Marawi Mindanao, semenjak Selasa pekan lalu. Perlawanan ini disebut sebagai sebuah peringatan, tidak hanya untuk pemerintahan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saja, namun juga sejumlah negara lain yang ada di kawasan.

Salah satu pengamat terorisme yang berasal dari Institute for Security and Strategic Studies atau ISESS, Khairul Fahmi, bentrokan yang pada saat ini telah terjadi pada kota yang berpenduduk mayoritas beragama Muslim dengan adanya populasi 200.000 jiwa tersebut, dianggap bisa memperkuat kehadiran dari kelompok militant yang ada di sana.

Bahkan, Khairul juga menambahkan apabila insiden yang sudah memakan korban jiwa hingga 103 orang tersebut, bisa saja menjadi salah satu pintu masuk ISIS menuju Filipina, dan bisa juga pada kawasan Asia Tenggara.

“Hal ini bisa menjadi sebuah pintu masuk yang begitu menarik untuk mereka (ISIS). Sehingga, militant – militant yang berada di kawasan serta negara lain, bisa tertarik untuk masik pada wilayah selatan Filipina serta bergabung bersama kelompok teroris yang berada pada wilayah tersebut,” ungkap Khairul pada Selasa 30/5/2017.

Semenjak mencuatnya perseteruan diantara pasukan pemerintah dengan militant di Marawi, nampak bendera hitam yang merupakan khas bendera ISIS telah berkibar pada hampir seluruh penjuru Marawi.

Meski pun kelompok yang telah dipimpin oleh Abu Bakr Al – Baghdad tersebut masih belum mendeklarasikan Marawi menjadi wilayah kekhalifahannya, sebagaimana yang telah mereka lakukan pada Libya serta Arab Saudi, ada banyak pengamat yang meyakini apabila hal itu hanyalah permasalahan waktu semata.

Tidak hanya itu saja, kondisi kehadiran ISIS pun semakin tertekan pada kawasan Timur Tengah. Hal itu seiring dengan gempuran yang terus dilakukan oleh pihak koalisi internasional pada Irak dan Suriah. Itu membuat kelompok ISIS semaki menganggap penting akan jejaring mereka pada kawasan yang lainnya.

“Sebab mereka butuh untuk mementapkan eksistensinya (ISIS) pada kawasan yang lainnya,” imbuh Khairul.

Pengaruh ISIS disebutkan semakin meluas pada seluruh pelosok Asia Tenggara pada beberapa tahun terakhir ini. Terlebih lagi, dari 60 kelompok militant itu disebutkan sudah mendeklarasikan diri berbaiat pada ISIS.

Be Sociable, Share!