Kabar Internasional – Berkedok Warga Sipil, Militant ISIS Keluar Marawi

Militer Filipina telah menyebutkan apabila sebagain militant Maute yang telah berbaiat kepada ISIS, telah berhasil meninggalkan Marawi dengan menyamar menjadi warga sipil.

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Brigadir Jendral Restituto Padilla yang telah mengatakan apabila militant telah berbaur bersama warga sipil yang telah dievakuasi oleh organisasi kemanusiaan karena telah terperangkap pada bentrokan yang sudah berlangsung dalam kurun waktu 4 minggu, tanpa adanya persediaan obat – obatan, minuman dan makanan.

Karena alasan tersebut, keamanan pada kota – kota tetangga seperti Cagayan de Oro dan Iligan pun terus ditingkatkan. Petugas keamanan yang bersiaga disana pun mencari oknum – oknum yang mungkin akan menyebarkan terror.

“Kami tak membantah bahwasannya memang mungkin akan ada sejumlah militant yang telah melakukan penyamaran di antara warga sipil yang sudah dievakuasi dari Marawi menuju Cagayan de Oro serta Iligan,” ungkap Padilla ketika ditemui di Manila, sebagaimana yang telah diberitakan oleh CNNIndonesia.com pada Sabtu 17/6/2017.

Dirinya juga menambahkan apabila militant Maute yang berada di Marawi, masih terus bertahan. Meski pun demikian, mereka terus mendapatkan gempuran dari pasukan keamanan Filipina yang memakai serangan udara.

“Kebanyakan mereka telah berasal dari para pemberontak lokal, namun merja juga telah mendapatkan bantuan dari pihak jihadis asing, termaiah dari Singapura, Malaysia, Indonesia, Suriah dan Yaman,” imbuh Padilla.

Tidak hanya itu saja, para pemberontak juga telah memakai tameng manusia dan juga masjid untuk menjadi tempat persembunyian. Hal itu telah membuat pasukan keamanan menjadi kesulitan untuk melakukan serangan.

Bentrokan terus berlangsung dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini. Hal itu telah memancing kekhawatiran atas negara – negara tetangga yang berada di Asia Tenggara, termasuk diantaranya datang dari Indonesia. kawasan mencemaskan ISIS, yang terus terdesak pada Irak dan Suriah lalu mencari basis baru di Asia Tenggara.

Oleh sebab itu, manteri pertahanan serta panglima militer Indonesia, Malaysia serta Filipina melakukan pertemuan yang bertempat di Tarakan, Kalimantan, Senin 19/6/2017 mendatang. Hal itu dilakukan guna membicarakan ancaman serta langkah bersama yang akan dilakukan guna menumpas terorisme.

About The Author