Kabar Internasional – Bocorkan Rahasia pada Rusia, Kinerja Trump pun Dipertanyakan

 

Dugaan pembocoran informasi yang rahasia oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat pada Sergei Lavrov selaku Menlu Rusia, telah membuat Gedung Putih semakin kacau. Bahkan, keraguan atas kinerja dari Presiden Amerika Serikat ke – 45 tersebut, semakin tinggi.

“Ini bukanlah terkait akan kewenangan dari seorang presiden. Hal ini justru terkait akan pribadi dari salah seorang pemimpin negara beserta kinerjanya,” ungkap Michael Hayden selaku mantan Direktur Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia pada Selasa 16/5/2017.

Trump disebutkan telah membocorkan informasi yang rahasia terkait akan ancaman serta rencana dari aktivitas kelompok teroris ISIS pada Lavrov serta Sergey Kislyak selaku duta besar Rusia pada sebauh pertemuan yang terjadi di Gedung Putih pada minggu lalu.

Informasi yang sensitif tersebut, telah diperoleh Amerika Serikat dari sejumlah mitra utama negara yang tak memberikan otorisasi Washington guna membeberkannya pada negara lain, terlebih lagi pada musuh.

Tidak hanya itu saja, kredibilitas dari politik Gedung Putih serta komunikasi diantara sejumlah pejabat yang berada di dalamnya pun juga ikut dipertaruhkan.

“Atas insiden ini, public pun melihat apabila dirinya (Trump) memang sedikit tak disiplin, naluriah, implusif, serta tak memiliki kesabaran. Terlebih lagi saat dirinya berbicara diluar skrip atau rencana pembahasan yang seperti itu. dan pada akhirnya, sikap yang ditunjukkan oleh Trump yang seperti itu, justru akan merusak tujuannya sendiri,” kata Hayden sebagaimana yang telah dikutip dari CNN pada Selasa 16/5/2017.

Meskipun sudah membocorkan rahasia, namun Alan Dershowitz, salah seorang profesor Harvard University telah mengatakan apabila Trump dalam kondisi aman serta bebas dari tuntutan criminal maupun pemakzulan.

Hal itu berdasarkan pada konstitusi Amerika Serikat apabila seorang presiden memang telah memiliki kewenangan untuk bisa mendeklafikasi informasi intelijen.

“Hal ini merupakan tuduhan yang paling serius pada Presiden Amerika Serikat. Janglah menyepelekan tudingan yang seperti ini,” katanya.

Elliot Cohen, salah seorang profesor dari John Hopkins University telah menganggap bahwa insiden ini begitu mengerikan. Dirinya juga mengatakan apabila Trump bisa saja dianggap sebagai salah seorang pengkhianat apabila dirinya dengan sengaja telah membeberkan rahasia itu pada Rusia.

Be Sociable, Share!