Kabar Internasional – Bom Pipa Ditemukan Jelang Upacara Hari Peringatan Omagh

Polisi telah mengkonfirmasi bahwa perangkat yang ditinggalkan menjelang upacara Hari Peringatan di Omagh adalah bom. Departemen Kepolisian Irlandia Utara mengatakan bahwa bom tersebut merupakan upaya untuk mengganggu Hari Poppy di kota County Tyrone, yang merupakan lokasi kekejaman paling mematikan dari Masalah 30 tahun tersebut.

Kepala polisi PSNI George Hamilton menggambarkannya sebagai “tindakan yang memuakkan dan mengerikan”. Dia berkata: “Perangkat kecil namun berpotensi berbahaya ini memberika sejumlah gangguan dalam peringatan Remembrance Sunday.

“Sementara penyelidikan kami terhadap insiden tersebut terjadi pada tahap awal, satu jalur penyelidikan yang kuat adalah bahwa pembangkang republikan yang kejam bertanggung jawab atas insiden ini,” tambahnya.

“Tindakan mereka hari ini telah menunjukkan ketidakpedulian dan ketidakhormatan terhadap komunitas ini, yang telah sangat menderita dan terluka di tangan teroris,” ujar Hamilton.

Pada bulan Agustus 1998, beberapa bulan setelah Perjanjian Jumat Agung yang sebagian besar mengakhiri kekerasan, 29 pria, wanita, dan anak-anak dibunuh oleh sebuah bom Real IRA di Omagh. Setelah peringatan bom pada hari Minggu (12/11) pagi, PSNI harus membersihkan daerah di pusat kota. The Remembrance Day parade akhirnya diizinkan untuk mulai digelar.

Kepala inspektur PSNI Graham Dodds menggambarkan mereka yang bertanggung jawab sebagai “pemalu yang memuakkan” yang bertekad “menciptakan ketakutan dan gangguan pada hari ketika banyak orang berkumpul untuk memberi hormat kepada orang-orang pemberani dan wanita yang telah membayar pengorbanan terakhir, dan pastinya tanpa syarat harus dihukum” .

Anggota Majelis Unionis setempat, Tom Buchanan, mengatakan: “Adalah menjijikkan bahwa setiap orang akan menargetkan peringatan perang setiap saat, namun pada hari peringatan Remembrance Sunday, ini adalah tindakan kebencian tertentu.”

Sinn Fein MP untuk daerah tersebut, Barry McElduff, mengatakan bahwa setiap orang memiliki “hak yang tidak terkekang” untuk mengingat orang yang telah meninggal. “Siapa pun yang memutuskan untuk meninggalkan sebuah paket di daerah ini, paket yang mencurigakan, jelas telah menunjukkan ketidakpedulian total untuk semua orang di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, umat Katolik telah mendengar pernyataan pada misa hari Minggu (12/11) di Enniskillen di dekat Co Fermanagh yang memberitahukan bahwa gereja tersebut tidak keberatan dengan sebuah peringatan yang menandai peringatan 30 tahun kekejaman bom IRA.

About The Author

Reply