Kabar Internasional – Busana Muslim Sukses Memikat Hati Warga New York

 

Untuk kedua kalinya dari seorang desainer yang berasal dari Indonesia yang bernama Anniesa Hasibuan telah mengadakan peragaan busana dari koleksinya yang ada di New York. Dari penampilannya itu kali ini dia telah mendapatkan apresiasi di tengah isu  imigrasi dan juga pelarangan muslim yang dilakukan oleh pihak AS yaitu Donald Trump.

Seperti yang telah dilansir dalam AFP pada hari Kamis, 16/02/2017 Anniesa Hasibuan telah sukses mewarnai runway yang ada di New York Fashion Weeks atau NYFW dengan edisi Fall atau Winter tahun 2017  pada hari Selasa silam waktu setempat.

Jika memang sebelumnya Anniesa telah membawa koleksinya bernama D’jakarta maka kali ini dia telah memboyong sebuah karya yang bertajuk Drama. Masih dengan sesuai cirri khas dari Anniesa yaitu koleksi Drama itu bernuansa warna warni seperti seorang puteri.

AFP telah menilai bahwa karya Anniesa ini tak seperti gaya modest Muslim yang lainnya mungkin saja bisa menimbulkan kontrovesi  dan juga kecenderungan memperburuk sentiment adnaya anti muslim pada negara Barat.

Tapi, dari koleksi Anniesa yang bertemakan Drama ini telah disebut bisa mengingatkan akan kemegahan dari sebuah kerajaan dari era Pertengahan yang penuh dengan aksen berkilau, emas, perak dan juga gaun panajang yang bertaburkan mutiara dan bordir.

Di dalam membawakan koleksinya itu, Anniesa tak sembarangan dalam memilih modelnya. Dia juga telah menentukan bahwasannya model yang membawakan koleksinya itu juga harus mempunyai garis keturunan imigran.

Anniesa juga menilai bahwa mode merupakan untuk semua orang. “Ada keindahan did alam keragaman dan juga berbedaan yaitu sesuatu yang tak seharusnya kita takuti juga,” jelas Anniesa. “Saya pun juga telah mempercayai bisa menjadi seorang desainer mode yang bsia membawa banyak sekali perubahan dan juga indah pastinya.”

Anniesa juga membawakan koleksi ke-2nya paada tengah kontorvesi dari kebijakan Presiden AS yaitu Donald Trump yang terkait dengan imigrasi  telah melarang inigran dari 7 negara yang mayoritas orang Muslim. Dari keputusan yang tertunda pada kehakiman itu telah menimbulkan sebuah protes dan juga kecaman global.

Tapi, Anniesa memilih tetap berkarya yang dia tujukan kepada wanita Muslim dan tanpa harus terlibat dengan politik. “Saya disini akan membawa suara indah dari seorang wanita Muslim, kedamaian dan juga nilai univiversal yang memang ada di dalam sebuah model,” jelas Anniesa.

Be Sociable, Share!