Kabar Internasional – China Bebaskan Pengacara HAM dari Penahanan

 

Terakhir kali Terry Halliday melihat Li Heping, beberapa hari sebelum dia ditangkap oleh polisi pada musim panas tahun 2015 silam. Dia ingat tengah duduk untuk makan siang dengan sorang pria yang sehat, seorang pemikir dan sehat secara fisik.

“Dia langsing, ya, tapi tidak kurus. Seorang pria tegas yang berusia 40 tahun, seorang pria yang hadir secara sepenuhnya, “ kata seorang pria sarjana dari American Bar Foundation.

Beberapa hari kemudian, Li, seorang pengacara hak asasi manusia China, dilarikan ke dalam tahanan rahasia pada awal tindakan keras dari pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya mengenai perdagangannya yang telah menimbulkan kecaman internasional secara meluas.

Pada hari Selasa (9/5) siang waktu setempat, setelah hampir dua tahun mendekam di balik jeruji besi, akhirnya Li muncul, telah diam-diam mendapatkan percobaan dan diberikan hukuman mati karena subversi  kekuasan negara pada akhir bulan lalu.

Foto-foto dan klip video singkat yang diposkan secara online menunjukkan pengacara Kristen tersebut, saat ini yang telah berusia 46 tahun, di pertemukan kembali dengan istri dan anak perempuannya, Wang Qiaoling dan Li Jiamei di rumah keluarga mereka yang terletaj di Beijing.

“Saya harus mengatakan bahwa saya tidak mengenali dirinya melalui foto tersebut,” Halliday, seorang penulis sebuah buku tentang pengacara hak asasi manusia China, yang menyukai banyak orang terganggu karena penahanan korban yang tampaknya menimpa temannya.

“Dia tampak sangat kurus, dia terlihat tua 20 tahun. Rambutnya sudah berwarna kelabu. Dia mengalami masa yang menyiksa dirinya, saya akan mengatakan bahwa saya akan menentang siapa pun, membayangkan bahwa begitu banyak transformasi bisa terjadi selama dua tahun,” kata Halliday.

“Satu-satunya hal yang saya kenali adalah senyumannya, senyum indahnya yang selalu menjadi cerminan kehangatan dan kebaikannya,” tambah Halliday. Berita pembebasan dari Li yang tersebar di media sosial, teman dan pendukungnya mengunkapkan perpaduan antara lega dan kemarahan yang serupa.

“Ini Li Heping? Hampir tidak bisa dikenali! “ kata Liu Xiaoyuan, seorang pengacara hak asasi manusia terkemuka yang kliennya termasuk artis yang membangkang, Ai Weiwei yang menulis melalui akun Twitternya bersama dengan pembebasan dari pengacara tersebut.

Be Sociable, Share!