Kabar Internasional – China Melarang Lagu Kebangsaan Dinyanyikan pada Pesta

 

China tengah merancang sebuah undang – undang baru yang akan mengatur ketentuan menyanyikan lagi kebangsaan. Adanya peraturan tersebut, akan lebih memperketat lagi larangan untuk menyanyikan lagi kebangsaan pada sebuah pesta, bisa pada pesta pernikahan atau pun pemakaman.

Rancangan Undang – Undang tersebut, telah disiapkan dengan dasar adanya kekhawatiran bahwasannya lagu kebangsaan itu, tak lagi dihormati dan dirayakan sebagaimana mestinya, seperti yang telah dilaporkan oleh media lokal.

“Adanya ketegasan larangan pada lagu kebangsaan, kerana lagu kebangsaan itu kerap kali dinyanyikan pada suasana yang santai serta tidak khidmat,” sebagaimana yang telah dituliskan oleh kantor berita Xinhua, yang telah dilansir dari AFP.

Memang sebelumnya, China telah menerbitkan undang – undang terkait akan tata cara dari pengibaran bendera serta pemakaian simbol Negara. Tetapi masih belum ada yang telah mengatur akan lagu kebangsaan yang berjudul March of the Volunteers., kecuali terkait larangan dipakai dalam iklan.

Lagu tersebut telah diciptakan pada tahun 1935, bahkan sebelum Partai Komunis telah berkuasa lalu ditetapkan menjadi lagu kebangsaan di tahun 1982. Lagu tersebut bernafaskan militer, telah menjadi panggilan untuk rakyat China guna bangkit dan berderap untuk menuju bangsa baru.

Ada pun Rancangan Undang – Undang terkait akan lagu kebangsaan tersebut, akan mengatur terkait tempo lagu, juga kondisi serta suasana saat lagu tersebut dimainkan. Tidak hanya itu saja, juga ditetapkan pula adanya hukuman apabila lagu kebangsaan dimainkan pada situasi yang membahayakan.

Selanjutnya, RUU tersebut juga mengikuti etiket umum terkait lagu kebangsaan yang telah dirilis semenjak tahun 2014 untuk menegaskan peran dari lagu kebangsaan untuk meningkatkan nilai – nilai sosialis.

Hal tersebut juga telah menjadi bagian tak terpisahkan atas edukasi patriotic dari Partai Komunis guna memperkuat legitimasi mereka di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Ideologi Komunis tersebut memang terus berekskalasi, utamanya sesudah Presiden XI Jinping telah menjabat sebagai Presiden pada tahun 2012. Presiden Jinping telah menegaskan bahwa seluruh aspek pendidikan yang ada di China, harus terus dilakukan dengan penuh semangat patriotis.

Aturan terkait lagu kebangsaan yang selanjutnya akan disidangkan di bulan Juni mendatang. Aturan tersebut akan membatasi lagunya, dinyanyikan hanya ketika acara diplomatic, seremonial olahraga serta pertemuan internasional.

Tetapi Xinhua telah menyebutkan pada beberapa tahun terakhir, bahwa lagu kebangsaan tersebut telah dinyayikan dalam penuh kekacauan, bahkan pernah pula dijadikan sebagai parody.

Be Sociable, Share!