Kabar Internasional – China Tolak Kritikan Trump Terhadap Korea Utara

 

China telah menolak serangan Twitter terbaru dari Donald Trump setelah presiden Amerika Serikat tersebut menuduh Beijing. Dia menuduh bahwa pemerintahan China tidak berbuat banyak untuk membantu memaksa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un untuk meninggalkan ambisi nuklirnya.

Berbicara di Beijing bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serkat, Rex Tillerson dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengklaim bahwa China bertanggung jawab telah mencurahkan banyak energi dan usaha selama bertahun-tahun, untuk menyelesaikan permasalahan Korea Utara.

“Upaya yang luar biasa dan penting bahwa China telah membuat terlihat untuk semua, termasuk teman-teman kita dari Amerika Serikat,” katanya dalam konferensi pers, yang mendesak semua pihak, untuk mengatasi situasi saat ini dengan cara kepala dingin.

Wang tidak membuat referensi langsung terhadap Trump, yang telah berulang kali menggunakan Twitter untuk mengkritik China pada isu-isu termasuk dugaan manipulasi mata uang, perubahan iklim dan Laut China Selatan.

Pernyataan dari dirnya tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat meluncurkan salvo media sosial terbarunya terhadap Beijing, menuduh para pemimpin China tidak melakukan tindakan yang cukup untuk membujuk sekutu lama mereka untuk menyerah terhadap rudal dan program nuklir mereka.

“Korea Utara berperilaku buruk. Mereka telah memainkan Amerika Serikat selama bertahun-tahun. China harus lebih berbuat banyak untuk membantu!” tulis Trump melalui akun Twitternya.

Tweer tersebut telah diposting pada malam kedua dalam kunjungan Tillerson untuk Beijing, di mana misinya adalah untuk menyelesaikan rencana untuk pertemuan puncak antara Trump dan Presiden China, Xi Jinping,yang dirancang untuk menenangkan ketegangan setelah berbulan-bulan yang buruk dan tidak adanya kepastian.

Trump diharapkan akan menjadi tuan rumah dari Xi di Mar-a-Lago resor di Palm Beach pada tanggal 6 dan 7 April untuk sebuah pertemuan informal yang para ahli berharap akan mengurangi ketengangan antara dua negera perekonomian tersbesar di dunia tersebut.

“Hubungan China-Amerika Serikat secara keseluruhan benar-benar membutuhkan kejelasan yang lebih baik yang hanya dapat dicapai dengan pertemuan antara dua pemimpin kami, pertemuan tatap muka,” kata Tillerson melalui situs konservatif Independent Journal Review sebelum mendarat di China pada hari Sabtu (18/3).

Be Sociable, Share!