Kabar Internasional – CIA Stop Latih Pemberontak Suriah Demi Hubungan Baik dengan Rusia

 

Dua pejabat dari Amerika Serikat telah mengatakan apabila pemerintahan dari Gedung Putih telah memutuskan untuk menghentikan salah satu misi rahasia dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA. CIA selama ini telah membekali serta melatih sejumlah pemberontak yang anti pemerintah Suriah.

Keputusan yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat ini, menurut salah seorang pejabat yang memang dekat dari misi tersebut, menyebutkan apabila itu merupakan salah satu upaya dari Gedung Putih guna memperbaiki hubungan Negeri Paman Sam dengan Rusia. Dimana hubungan tersebut sempat renggang karena Rusia merupakan pendukung utama dari Bashar al – Assad selaku Presiden Surian pada perang sipil yang terjadi di Suriah.

“Amerika Serikat tak membuat konsesi yang besar, sebab besarnya pengaruh Assad meski pun tak mencakup di seluruh Suriah. Namun ini merupakan sinyar untuk Putin, bahwasannya pemerintah Amerika Serikat ingin untuk bisa memperbaiki hubungannya bersama Rusia,” ungkap pejabat tersebut pada Jum’at 21/7/2017.

Keputusan itu telah dibuat HR McMaster selaku Penasihat Keamanan Nasional serta Mike Pompeo selaku Direktur CIA sesudah melakukan konsultasi bersama sejumlah pejabat Amerika Serikat yang lainna.

Konsultasi tersebut dikabarkan sudah belangsung sebelum pertemuan Donald Trump dengan Vladimir Putin berlangsung 7 Juli yang lalu di KTT G – 20, Hamburg, Jerman.

Misi dari CIA di Suriah, sudah dimulai semenjak tahun 2013 silam. Itu merupakan salah satu upaya yang gagal dari Presiden Barack Obama untuk bisa menggulingkan Assad.

Sementara itu, pejabat yang lainnya telah mengatakan apabila kelemahan dari misi tersebut ialah pemberontak yang sudah dilatih serta dipersenjatai oleh CIA, ternyata banyak yang membelot serta memilih bergabung bersama ISIS. Tidak sedikit pula, para anggota pemberontak yang sudah dilatih pada misi tersebut, akhirnya lebih memilih untuk berhenti di tengah misi.

Meski pun demikian, pejabat pejabat tersebut telah mengatakan apabila misi dari Amerika Serikat di luar dari program CIA ini, seperti pada misi pelatihan serta dukungan, sudah terpisah oleh militer Amerika Serikat untuk tentara pemberontak pun akan terus berlanjut.

Be Sociable, Share!