Kabar Internasional – Dapat Sanksi, Korut Masih Memperoleh Rp 3,6 T dari Ekspor Terlarang

 

Dokumen rahasia dari Perserikatan Bangsa – Bangsa telah menyebutkan bila Korea Utara masih terus menjalankan kegiatan ekspornya. Kegiatan itu telah dilakukan secara terlarang, sebab Korea Utara pada saat ini tengah dijatuhi sanksi oleh Dewan Keamanan PBB.

Pada laporan  dari kantor berita Kyodo, sebagaimana yang telah dikutip dari Reuters pada Senin 21/8/2017. Korea Utara disebutkan telah dengan sengaja memakai jalur tak langsung serta telah menghasilkan 4 270 juta atau setara dengan Rp 3,6 triliun dari aktivitas ekspornya.

Karena kurangnya penegakan atas sanksi yang sebenarnya sudah berlaku tersebut serta teknik menghindar yang sudad direvolusi dari Pyongyang, telah membuat tujuan dari PBB untuk bisa menghentikan program nuklir serta rudal Korea Utara jadi terhambat.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa – Bangsa secara mutlak telah menjatuhkan sanksi terbaru pada Korea Utara semenjak 5 Agustus yang lalu. Langkah itu diambil untuk bisa membatasi nilai ekspor Korea Utara dan akhirnya akan memangkas pemasukan ekspor Korut sebanyak sepertiga nilai ekspor. Jumlah nilai ekspor Korut pertahunnya mencapai $ 3 juta.

Tidak hanya itu saja, Korea Utara juga sempat dilaporkan sudah memakai ancaram serangan nuklir dan rudalnya, untuk bisa  meraup keuntungan finansial.

Dalam dua dekade terakhir, belakangan Korea Utara telah disebutkan sudah memperoleh bantuan sebesar US$ 20 miliar, baik dalam bentuk makanan, bahan bakar, obat – obatan serta uang tunai yang datang dari Korea Selatan, China, Jepang dan Amerika Serikat.

Selama ini, pihak Pyongyang pun berjanjo akan segera menghentikan program nuklirnya. Di tahun 2007, negara tersebut sepakat menutup segala fasilitas nuklirnya dengan adanya timbale balik atas segala bantuan ekonomi serta bahan bakar minyak.

Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat, telah mengancam menghujani Korea Utara dengan api dan kemarahan apabila mereka terus melakukan ancaman kepada Negeri Paman Sam.

Pyongyang pun meresponnya dengan balik mengancam akan meluncurkan 4 rudal dengan arah Guam, wilayah Amerika Serikat yang berada di Pasifik. Tetapi belakangan, Pyongyang telah menyatakan akan terlebih dahulu memantau langkah yang diambil Trump sebelum mereka memutuskan untuk melancarkan serangan tersebut.

Be Sociable, Share!