Kabar Internasional – Deir ez-Zor Telah Bersih Dari Pejuang Negara Islam

Pasukan pemerintah Suriah telah mengusir pejuang kelompok negara Islam terakhir dari kota timur Deir ez-Zor. Dalam sebuah kampanye operasi selama dua bulan yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, menurut sebuah kelompok pemantau.

Rezim Suriah dan pejuang sekutu menghancurkan tiga tahun kekuasaan Isis dengan mengepung sebuah daerah basis rezim di kota tersebut pada awal September. Tidak ada konfirmasi yang segera dikeluarkan dari sumber resmi. Sumber militer Suriah sebelumnya mengatakan pasukan pemerintah hanya berhasil menguasai sekitar 80% wilayah kota tersebut.

Keruntuhan kota tersebut menandai kekalahan kunci lain bagi kelompok militan, yang dalam beberapa bulan terakhir kehilangan sebagian besar wilayah yang mereka rebut dalam sebuah kemajuan di atas Suriah dan Irak pada tahun 2014.

Deir ez-Zor adalah ibu kota provinsi kaya minyak dengan nama yang sama yang berbatasan dengan Irak. Setelah pemberontakan Suriah pecah pada tahun 2011 dengan demonstrasi anti-pemerintah, kelompok pemberontak dan jihadis merebut bagian-bagian Deir ez-Zor dan provinsi sekitarnya.

Namun pada tahun 2014, saat Isis mengamuk di Suriah dan Irak, negara tersebut merebut wilayah yang dipegang oleh pasukan jihad dan pemberontak yang bersaing di provinsi tersebut dan ditutup dengan Deir ez-Zor.

Pada bulan Januari 2015, kota tersebut telah merebut bagian kota dan memberantas pengepungan terhadap pasukan pemerintah dan warga sipil di tempat lain. Pasukan rezim berhasil bertahan di daerah basis mereka meski ada serangan secara reguler.

Seiring dengan sekutu Rusia, rezim tersebut secara teratur melakukan serangan udara ke daerah pedesaan yang dikuasai ISIS, namun militan masih dapat merebut wilayah lebih banyak pada bulan Januari.

Serangan tersebut telah memecah zona yang dipegang pemerintah menjadi dua bagian: sebuah daerah basis di bagian utara dan daerah selatan yang berdekatan dengan bandara militer kota tersebut. Pada satu titik, ISIS menguasau sekitar setengah dari Deir ez-Zor, termasuk beberapa lingkungan pusat, menurut Observatorium HAM untuk Inggris yang berbasis di Inggris.

Namun tentara dan pejuang sekutu menghentikan pengepungan di bagian utara kota pada tanggal 5 September, masuk melalui pangkalan Brigade 137 di sisi baratnya. Perkiraan jumlah orang yang tinggal di kota berbeda-beda, namun banyak yang setuju bahwa populasi tersebut telah menyusut secara dramatis dari jumlah yang diperkirakan sebelum perang sebesar 300.000 orang.

About The Author

Reply