Kabar Internasional – Demo Ricuh di Venezuela, Polisi Tembak Mahasiswa

Salah seorang mahasiswa yang berusia 19 tahun, telah ditembak oleh pihak kepolisian ketika terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dengan demonstran. Peristiwa tersebut terjadi ketika ada aksi protes atas Presiden Nicolas Maduro.

Aksi demonstrasi tersebut telah dilakukan guna melengserkan Maduro setelah adanya krisis politik serta ekonomi yang cukup parah di Venezuela.

Sebagaimana yang telah dilansir dari AFP, pihak kepolisian telah menembak Daniel Queliz pada bagian lehernya. Karena tembakan tersebut, Queliz pun meregang nyawa ketika belum sempat dibawa menuju ke rumah sakit terdekat.

Sebelumnya, Jairo Ortiz yang juga mahasiswa yang berusia 19 tahun, juga telah merenggang nyawa di tangan aparat kepolisian pada pekan lalu. Ortiz telah ditembak pada bagian dada oleh pihak kepolisian ketika bentrok pecah di kawasan Caracas. Pihak kepolisian telah dinyatakan bersalah atas kejadian penembakan tersebut.

Luis Almagro selaku Sekretaris Jenderal Organization og American States telah mengecam atas dua insiden tersebut.

“Kami tak mampu menerima rezim yang sudah mengorbankan nyawa penduduknya sendiri guna mempertahankan kekuasannya,” kata Almagro pada rekaman video yang telah disebar melalui Twitter.

Komunitas yang telah dipimpin oleh Almagro pun menyebutkan apabila Maduro merupakan salah seorang diktator. Ada 40 orang yang telah dituntut telah melakukan aksi kekerasan pada saat demonstrasi yang telah berlangsung pada Senin 10/4/2017 tersebut.

Pada sisi lain, Maduro pun terus berupaya guna mempertahankan kekuasannya meskipun aksi protes pada saat ini masih terus bergulir. Warga banyak yang berunjuk rasa karena tingkat inflasi yang begitu tinggi serta krisis akan kebutuhan pokok.

Protes sudah berlangsung semenjak awal pekan ini dan ini adalah yang kelima kalinya dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini.

Sedangkan kerusuhan yang telah terjadi pada hari Senin yang lalu, adalah yang paling besar selama aksi protes telah terjadi. Pihak kepolisian Caracas pun menembakkan gas air mata serta meriam air untuk memukul mundur para peserta aksi yang telah melempari petugas dengan menggunakan batu. Sejumlah pemimpin aksi pun mengecam akan terus melanjutkan aksi sampai Maduro mundur dari jabatannya.

About The Author