Kabar Internasional – Diprotes PBB, China Masih Repatriasi Warga Korea Utara

 

Meski pun sudah diprotes Perserikatan Bangsa – Bangsa, tetapi China masih tetap merepatriasi salah seorang warga Korea Utara yang telah kabur ke negaranya. Pemerintah Negeri Tirai Bambu nampaknya tidak menggubris protes dari PBB.

“Orang yang dengan ilegal sudah menerobos menuju China, bukanlah seorang pengungsi. Kami pun berharap apabila orang tersebut bisa mematuhi prinsip dari piagam PBB guna menghormati penegak hukum di China,” sebagaimana yang diungkapkan oleh Lu Kang selaku jubir Kementerian Luar Negeri China.

Atas pernyataan tersebut, sekaligus menjadi sanggahan atas ucapan pelapor khusus Perserikatan Bangsa – Bangsa pada urusan hak asasi manusia yang ada di Korea Utara, Tomas Ojea Quintana. Memang sebelumnya Quintana telah mengatakan apabila China telah bertanggungjawab dalam menampung sejumlah warga Korea Utara yang sudah lari dari rezim Kim Jong Un sebagai pengungsi menuju China. Sesuai dengan konvensi PBB yang telah disepakati pada tahun 1951.

“Kami mendesak mereka guna mengatasi permasalahan ini dengan memberi perlindungan khusus terhadap warga Korea Utara yang tengah singgah di wilayah China,” kata Quintana sebagaiamana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com.

Quintana pun mengatakan apabila dipulangkan karena melakukan pencobaan membelot, maka warga Korea Utara pun terancam untuk diadili dengan semena – mena, mungkin juga sampai dieksekusi mati.

“Perempuan memang paling rentan terhadap prakti kekerasan apabila mereka memang dikirim kemabali. Pemeriksaan sampai bugil, lalu penggeledahan pada rongga tubuh, pelecehan seksual serta penganiayaan verban memang masih sering terjadi pada pusat – pusat pernahanan yang berdekatan dengan perbatasan China,” imbuh Quintana.

Sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Human Rights Watch, sejah bulan Juni tahun lalu, sedikitnya terdapat 51 warga Korea Utara yang terancam mendapatkan perlakuan yang kejam seperti itu. Mereka telah ditahan setelah memutuskan menyeberang ke China.

Berdasarkan informasi yang telah dihimpun oleh HRW, sedikitnya 13 dari 51 warga sdah dipungkan dengan paksa. China merupakan tempat persinggahan yang pertama bagi para pembelot yang memutuskan kabur dari Korea Utara. Mereka kemudian mencari negera kedua supaya bisa kembali pada Korea Selatan.

Be Sociable, Share!