Kabar Internasional – Duta Besar Jadi Tokoh Kunci Skandal Rusi di Pemilu Amerika Serikat Pensiun

 

Sergei Kislyak selaku Duta Besar Rusia bagi Amerika Serikat, merupakan tokoh kunci pada investigasi atas campur tangan Kremlin ketika pemilu presiden 2016. Kislyak pun memutuskan untuk mengakhiri masa kerjanya pada Sabtu 22/7/2017 waktu setempat.

Dari akun Twitter – nya, Kedutaan Rusia yang ada di Washington telah mengumumkan apabila Kislyak untuk sementara akan digantikan Denis V. Gonchar dimana pada saat ini telah menjabat menjadi Minister Counseler & Deputy Chief of Mission sampai pengganti Kislyak akan tiba.

Kislyak yang sudah menjabat posisinya semenjak tahun 2008 serta posisinya akan digantikan oleh Anatoly Antonov selaku Wakil Menteri Luar Negeri Rusia.

Antonov sudah ditunjuk langsung dari Kremlin sebab dianggap mampu untuk memperbaiki hubungan diantara Amerika Serikat dengan Rusia dimana pada saat ini tengah memburuk utamanya sesudah adanya rumor campur tangan dari Moskow pada pemilu Presiden Amerika Serikat tahun lalu.

Sementara itu, Gedung Putih memilih Jon Huntsman untuk menjadi duta besar baru dari Amerika Serikat untuk Rusia.

Pada sisi lain, sebagaimana dikutip dari Reuters, nama Kislyak sudah beberapa kali muncul pada proses pemeriksaan atas dugaan kasus kolusi itu. Kislyak telah dilaporkan sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah asisten serta rekan kerja Donald Trump ketika masa kampanye.

Pada hari Jum’at lalu, Washington Post telah melaporkan apabila Kislyak sudah terdengar mata – mata Amerika Serikat, tengah memberitahupada atasannya apabila dirinya tengah melakukan diskuti atas kampanye presiden bersama Jeff Sessions yang saat ini telah menjabat menjadi Jaksa Agung.

Ketika kasus mencuat, kemudian disusul dengan pemecatan James Comey dari posisi Direktur FBI oleh Donald Trump, Sessions pun membantah apabila ada hubungan diantara dirinya dengan Kislyak. Sessions telah menyebutkan hanya pernah bertemu Kislyak pada saat perannya menjadi senator Amerika Serikat.

Sementera itu, Michael Flynn selaku mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, telah dipaksa untuk mengundurkan diri di bulan Februari yang lalu, setelah dirinya tak mampu mengungkapkan pembicaraannya bersama Kislyak serta memberikan informasi yang tak benar kepada wakil presiden dalam pertemuannya tersebut.

Sedangkan Moskow, degan tegas telah membantah terlibat dalam pemilu Amerika Serikat serta Donald Trump juga menyebutkan bahwa tak ada kolusi bersama Rusia saat kampanyenya.

Be Sociable, Share!