Kabar Internasional – Eropa Berharap Bila Perundingan Brexit bersama Inggris Tidak Tertunda

Angela Merkel selaku Kanselir Jerman telah mengatakan apabila dirinya tidak berharap akan memulai perundingan Brexit diantara Uni Eropa dengan Inggris bisa tertunda setelah hasil dari pemilu Inggris yang baru diketahui di pekan ini.

Kekhawatiran itu terkait akan penundaan semakin meningkat sesudah Partai Konservatif Inggris telah gagal dalam mengamankan kursi mayoritasnya di Parlemen. Kejelasan dari hasil pemilihan yang telah berlangsung di hari Kamis 8/6/2017 yang lalu.

Perundingan terkait Brexit diantara Inggris bersama 27 anggota dari Uni Eropa yang lainnya, telah dijadwalkan akan dimulai 19 Juni yang akan datang.

“Kami sudah siap. Kami juga sudah melengkapi panduannya, kerangka kerja dari perundingan tersebut,” ungkap Merkel pada Jum’at 9/6/2017 ketika mengunjungi Mexico City, sebagaimana yang telah dikutip dari CNNIndonesia.com pada Minggu 11/6/2017.

“Dari semua yang telah ada saat ini dari Inggris, memang mereka akan menghargai jadwal atas negosiasi itu. Kami pun ingin bisa melakukannya dengan lebih cepat, menghargai akan tenggat waktu yang telah diatur. Pada saat ini, saya tak melihat hambatan untuk bisa melakukan negosiasi tersebut sesuai dengan rencana awalnya.”

Baik Uni Eropa atau pun Inggris, semestinya sudah menemui mufakat selambat – lambatnya pada Maret 2017 guna menghindari konflik yang telah keluar dari blok tanpa adanya kesepakatan.

“Kami tak mengetahui kapan perundingan terkait Brexit itu akan dimulai,” ungkap Donald Tusk selaku Presiden Konsil Eropa melalui akun Twitternya.

“Kami tidak mengetahui kapan hal itu akan berakhir. Melakukan yang terbaik guna menghindari ‘tidak sepakat’ merupakan haril dari ‘tanpa negosiasi’,” imbuhnya.

Jean Claude Juncker selaku Presiden Komisi Eropa telah mengatakan dirinya juga siap untuk membicarakan serta berharap bahwa pemilu Inggris ini taka akan berdampak serius. Selaku kepala negosiasi Brexit Uni Eropa, Michel Barnier juga telah mengindikasikan lewat Twitter apabila Uni Eropa sudah siap untuk bisa lebih bersabar.

Hal itu menunjukkan bahwasannya perundingan Brexit tak akan dimulai hingga situasi politik Inggris sudah usai. Sejumlah pejabat dari Uni Eropa serta anggota Parlemen Eropa telah membidik Theresa May selaku Perdana Menteri Inggris serta Partai Konservatif.

About The Author