Kabar Internasional – Fiji Tetapkan Hari Libur Nasional Karena Berhasil Raih emas Pertama di Olimpiade

 

Pada hari Jumat, 12/08/2016 adalah hari yang paling bersejarah bagi Fiji, sebuah Negara kecil yang ada di Samudra Pasifik. Warga bersama-sama menyalakan kemabnag api dan juga menari-nari riang di jalan guna menyambut hari yang paling bersejarah itu.

Memangnya ada apa dengan hari itu? Ternyata di hari itu Fiji pertama kalinya bisa meraih medali emas di sepanjang keikutsertaan di dalam Olimpiade dan juga paling menghebohkan , medali ini adalah medali emas.

Fiji telah berhasil medali emas yaitu dari cabang rugby seven di babak final Fiji telah mengalahkan bekas  penjajahnya yaitu Britania Raya. Rugby seven merupakan varia olahraga rugby namun dimainkan hanya ada 7 orang saja di dalam durasi 7 menit disetiap babaknya.

Sementara rugby ini melibatkan 15 orang dengan pertandingannya membutuhkan durasi masing-masing 40 menitan. “Ini merupakan hari besar di dalam sejarah Fiji. Semua orang ikut bergembira,” ujar feroz Khalli seorang fotografer yang juga telah menyaksikan sebuah pertandingan tersebut lewat layar lebar yang ada di stadion nasional yang ada di Suva.

“Sungguh luar biasa. Orang-orang senang, menyanyi dan menangis bahagia, sayapun juga merasa bahagia dan gembira,” ucap Khalil.

PM Fiji yaitu Voreqe Bainiarama yang ada di Rio de janeiro guna menyaksikan dari laga final segera mengumumkan bahwa di tanggal 22 Agustus adalah hari adalah hari LIbur Nasional, sehari setelah kontingen Fiji sampai dari Rio.

Di dalam pesannya kepada seluruh rakyat Fiji, Bainimarama telah mengatakan bahwasannya negeri kecil itu ada di seluruh dunia ikut merasakan gembira. “Tidak pernah kami sesemangat ini. tidak pernah kami berdiri bersama bangsa sebagai bangsa seperti hari ini,” jelas bainimarama.

John O’Connor merupakan eksekutif dari persatuan Rugby Fiji telah mengatakan hampir 90.000 penduduk negeri itu berkumpul di hadapan televise mereka yang ada di 110 pulau untuk melihat kejadian tersebut.

“Semua orang memang sangatlah bersemangat. Dimana terdapat televise, maka ada kerumunan, di dalam stadion juga tidak kurang dari 2.000 orang telah berkumpul guna menyaksikan sebuah pertandingan lewat layar tancap,” jelas O’Connor.

Be Sociable, Share!