Kabar Internasional – Filipina Berhasil Tumbangkan Satu Pemimpin Kelompok Militan Abu Sayyaf

 

Pasukan keamanan Filipina dikabarkan sudah berhasil menewaskan enam anggota dari kelompok militan Abu Sayyaf. Diantara enam anggota yang tumbang tersebut, salah satunya merupakan pemimpin kelompok. Kejadian tersebut terjadi pada saat bentrokan yang terjadi pada Pulau Bohol yang telah berlangsung pada Selasa 11/4/2017.

Muamar Askali alias Abu Rami merupakan mantan Jubir Abu Sayyaf. Abu Rami dilaporkan tewas pada saat baku tembak yang telah terjadi diantara tentara dengan kelompok militan yang berlangsung di salah satu pulau yang menjadi tujuan destinasi wisata tersebut.

“Abu Rami adalah salah satu pemimpin kelompok militan Abu Sayyaf yang telah dikenal serta bertanggung jawab atas sejumalah aksi kekejaman yang telah dilakukan oleh kelompok tersebut,” kata Jenderal Eduardo Ano selaku Kepala Staf Angkatan Bersenjata pada Rabu 12/4/2017.

Ano juga mengungkapkan apabila Abu Rami pun mencoba untuk membesarkan namanya sampai akhirnya mampu menjadi salah satu pemimpin dari kelompok Abu Sayyaf yang sudah cukup terkenal. Dirinya dilaporkan sudah terlibat secara langsung pada upaya penculikan dari wisatawan yang berada di Bohol pada beberapa waktu yang lalu.

Abu Rami pun disebutkan sudah terlibat secara langsung pada kasus penculikan serta eksekusi dari para sandera yang merupakan warga asing. Abu Rami terlibat ketika mengeksekusi warga Jerman dan Kanada. Kelompok yang berbasis di kawasan Filipina Selatan tersebut telah memenggal kepala dari dua sandera mereka yang berasal dari Kanada, Robert Hall dan John Ridsdel di tahun lalu. Hal itu telah dilakukan menyusul permintaan tebusan yang tidak kunjung dibayarkan.

Nasib salah seorang sandera dari Jerman, Jurgen Kantner pun akhirnya juga sama. Pada bulan Februari yang lalu, jenazah Kantner sudah ditemukan setelah dalam kurun waktu 3 bulan telah menjadi tawanan dari kelompok militan Abu Sayyaf.

Kelompok militan yang berafiliasi dengan kelompok ISIS tersebut telah memenggal Kantner setelah permintaan uang untuk tebusan senilai 30 juta peso yang setera dengan US$ 600 ribu tidak kunjung diberikan.

Semenjak eksekusi Kantner, militer Filipina pun semakin menggencarkan perang menghadapi militan Abu Sayyaf pada Pulau Basilan dan Jolo. Militer Filipina pun berupaya untuk menangani masalah pembajakan yang sudah kerap kali dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf pada kapal – kapal asing pada perairan di bagian selatan.

Be Sociable, Share!