Kabar Internasional – Henning, Korban Eksekusi ISIS ke Empat

 

Lagi-lagi dari kelompok militant Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) sudah mengabaikan dari banyak permohonan untuk bisa membebaskan pekerja kemanusiaan dari Inggris, Alan Henning. Dari seorang pria dalam setiap harinya bekerja menjadi sopir taksi berada  Salford, Inggris, tewas dipenggal oleh kelompok pimpinan Abu Bhakar al-Baghdadi.

BBC yang sudah di rilis pada hari Jumat kemarin, (3/10/14) yang memberikan lansiran kalau tindakan eksekusi tersebut memang sama dengan cara dari ISIS dalam mengekseskusi tiga sanderanya yang sebelumnya menjadi korban, adegan sadis tersebut yang baru ini di lakukan kepada Henning juga sudah di rekam. Video rekaman tersebut juga sudah di rilis oleh ISIS di beritakan ke public pada Jumat sore kemarin waktu setempat.

Suatu pesan kemadian dari pria yang berusia 47 tahun tersebut yang di rilis dengan di judulkan Another Message to America and its Allies dan di ketahui video tersebut berdurasi selama 1 menit dan 11 detik. Dengan video tersebut ISIS memppunyai suatu tujuan untuk bisa membalas dan memperingatkan Parlemen Inggris yang di mana pada akhirnya sepakat dan putuskan serangan udara di tanah Irak.

“Hai, saya yang bernama Alan Henning karena keputusan yang berada dari Parlemen untuk menyerang ISIS, saya yang menjadi warga Inggris, untuk saat ini harus bisa membayar harga atas keputusan tersebut,” ujar dari Henning yang di sebutkan kepada pesan kematiannya yang di duga telah di tulis dari perwakilan ISIS sendiri.

Setelah di eksekusi, Henning sendiri yang di ketahui telah menggunakan pakaian berwarna oranya layaknya seorang tahanan yang ada di Guantanamo, Kuba. Sama seperti yang di lakukan kepada ketiga korban sebelumnya, ISIS yang sudah memilih untuk mengeksekusi sandera berada di padang gurun. Sementara dari algojo masih sama seperti sebelumnya, dengan menggunakan pakaian serba hitam dan di tangan kirinya sedang membawa pisau.

“Untuk darah Haines harus bisa menjadi tanggung jawab anda, Cameron, Alan Henning saat ini juga akan kami bunuh. Akan tetapi ini menjadi tanggung jawab Parlemen Inggris,”ujar dari sang pelaku, algojo.

Be Sociable, Share!